Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Ciawi Bogor dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Peristiwa ini terjadi di Desa Banjarsari pada Jumat, 10 April 2026, dan berdampak pada puluhan bangunan serta fasilitas umum.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor, sebanyak 17 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda, mulai dari ringan hingga sedang. Selain itu, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut M Adam Hamdani selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, hujan deras dan angin kencang menjadi faktor utama terjadinya insiden tersebut. “Hujan deras dan angin kencang yang terjadi menyebabkan pohon tumbang di dua titik, titik pertama pohon tumbang menutup akses jalan sehingga menyebabkan kemacetan,” kata M Adam Hamdani.
Ia menambahkan bahwa titik kedua pohon tumbang bahkan menimpa rumah warga. “Kemudian titik kedua pohon tumbang menimpa rumah milik warga dan beberapa rumah milik warga,” lanjutnya.
Rincian Kerusakan Rumah dan Fasilitas Warga
Kerusakan paling terdampak terjadi di Kampung Kambangan RT 02 RW 04, di mana lima rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Bagian tembok dilaporkan jebol, sementara atap rumah pecah dan terbang terbawa angin kencang.
Di wilayah RT 03 RW 04, terdapat dua rumah yang mengalami kerusakan kategori sedang. Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap lantai dua, termasuk ruang tengah dan kamar. Atap bangunan tersebut terlepas akibat terpaan angin.
Masih di wilayah yang sama, tiga rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Sebagian atap dilaporkan pecah setelah diterjang angin kencang.
Sementara itu, di RT 04 RW 04, sebanyak tujuh rumah warga juga terdampak dengan kategori kerusakan ringan. Umumnya, kerusakan terjadi pada bagian atap asbes di ruang tengah, kamar, hingga kanopi yang rusak dan terbang terbawa angin.
Selain rumah warga, fasilitas pendidikan juga ikut terdampak. Sebuah bangunan PAUD di RT 02 RW 04 mengalami kerusakan pada dua ruang kelas. Bagian atap dan plafon dilaporkan terlepas akibat terpaan angin.
Menurut M Adam Hamdani, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerugian material cukup dirasakan warga yang terdampak.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama saat memasuki musim hujan yang sering disertai angin kencang. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama terhadap potensi pohon tumbang dan kerusakan bangunan.
Referensi:
Detik