Hizbullah Tolak Perundingan Damai Israel Lebanon, Anggap Upaya Sia Sia
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Hizbullah secara tegas menolak rencana perundingan damai antara Israel dan Lebanon. Pertemuan...
Read more
Otoritas Turki mengumumkan bahwa black box jet pribadi yang ditumpangi Panglima Militer Libya Letnan Jenderal Mohammed Al Haddad telah berhasil ditemukan. Pesawat tersebut jatuh dan meledak di Distrik Haymana, Turki, pada Rabu 24 Desember waktu setempat, dan menewaskan Al Haddad bersama empat pejabat militer senior Libya.
Menurut pejabat berwenang, jet pribadi jenis Falcon 50 sebelumnya sempat meminta izin pendaratan darurat kepada menara kontrol udara di Ankara setelah melaporkan gangguan kelistrikan. Tidak lama setelah itu, pesawat hilang kontak dan akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur berantakan di area Haymana.
Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya menyampaikan bahwa perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit berhasil ditemukan oleh tim penyelamat di lokasi jatuhnya pesawat.
“Proses pemeriksaan dan evaluasi peralatan ini sudah dimulai,” kata Ali Yerlikaya.
Menurut keterangan pejabat tersebut, jenazah para korban telah ditemukan dan proses identifikasi sedang berlangsung. Yerlikaya juga menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini dan memastikan investigasi dilakukan secara menyeluruh.
Pesawat yang membawa delapan orang, termasuk kru dan pilot, diketahui berangkat dari Bandara Esenboga Ankara pukul 17.10 GMT. Kontak terakhir dengan pusat kendali lalu lintas udara terjadi 42 menit kemudian, sebelum pesawat dinyatakan jatuh.
Kepala Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki Burhanettin Duran menjelaskan bahwa awak pesawat sempat melaporkan kondisi darurat akibat kegagalan sistem listrik dan meminta pendaratan darurat.
Sebelum insiden, Letnan Jenderal Mohammed Al Haddad dikabarkan berada di Ankara untuk melakukan pertemuan resmi dengan sejumlah pejabat militer Turki. Ia dijadwalkan kembali ke Tripoli, Libya, menggunakan jet pribadi tersebut.
Menurut otoritas setempat, sebanyak 22 anggota keluarga dan kerabat korban telah diterbangkan menuju Ankara untuk proses lebih lanjut terkait pemulangan jenazah dan pendampingan keluarga.
Penyidik saat ini berfokus pada analisis black box untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti kecelakaan. Data dari perekam suara kokpit dan perekam penerbangan diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi pesawat beberapa menit sebelum jatuh.
Sejauh ini, pihak berwenang memastikan proses investigasi melibatkan sejumlah ahli penerbangan sipil dan militer. Lokasi kecelakaan juga telah diamankan untuk memastikan tidak ada gangguan selama pemeriksaan berlangsung.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...