Ancaman Deepfake Pornografi Meningkat, Begini Saran Pakar Keamanan Siber

Deepfake pornografi semakin menjadi perhatian. Simak penjelasan pakar keamanan siber mengenai risiko, cara mengurangi ancaman, dan langkah yang perlu dilakukan korban.

Deepfake pornografi semakin menjadi perhatian

Foto pribadi yang beredar di internet kini dapat dimanfaatkan untuk berbagai bentuk manipulasi digital. Salah satu ancaman yang semakin mendapat perhatian adalah deepfake pornografi, yakni teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menempelkan wajah seseorang ke foto maupun video bermuatan seksual.

Kasus dugaan deepfake pornografi yang menimpa seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Solo kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga privasi digital. Dalam kasus tersebut, wajah korban diduga dimanipulasi dan dipasang pada tubuh orang lain, kemudian hasilnya disebarkan melalui media sosial serta aplikasi percakapan.

Menurut Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber, perkembangan AI memang membuat proses manipulasi gambar menjadi semakin mudah dilakukan. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi serupa sebenarnya telah ada sejak lama dan AI hanya membuat prosesnya lebih cepat serta lebih realistis.

Cara Mengurangi Risiko Penyalahgunaan Foto untuk Deepfake

Menurut Alfons Tanujaya, tidak ada metode yang benar-benar mampu mencegah seseorang menjadi korban deepfake selama wajahnya pernah terekam dalam bentuk digital. Foto yang pernah diunggah ke media sosial, tersimpan di perangkat digital, bahkan terekam kamera CCTV berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau wajah seseorang sudah pernah muncul dalam bentuk digital, maka secara teori bisa digunakan untuk membuat manipulasi gambar,” kata Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber.

Baca Juga:  OpenAI dan Google Perkuat Kolaborasi Lawan Dominasi AI China

Meski demikian, masyarakat tetap dapat mengurangi risiko dengan membatasi jumlah foto pribadi yang diunggah ke internet. Semakin banyak referensi foto yang tersedia, semakin mudah sistem AI mempelajari detail wajah seseorang sehingga hasil manipulasi menjadi lebih meyakinkan.

Pengguna media sosial juga disarankan untuk tidak melakukan oversharing. Mengatur akun menjadi privat, membatasi siapa yang dapat melihat unggahan, serta menghindari membagikan foto resolusi tinggi secara berlebihan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi peluang penyalahgunaan.

Selain itu, penting untuk lebih berhati-hati saat memberikan akses terhadap foto kepada aplikasi maupun layanan digital yang tidak jelas kredibilitasnya. Kebiasaan ini dapat membantu meminimalkan penyebaran data pribadi di internet.

Berdasarkan informasi dari National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris, masyarakat juga dianjurkan meningkatkan kesadaran terhadap ancaman manipulasi digital, menggunakan pengaturan privasi yang tersedia pada platform media sosial, serta rutin memantau penyalahgunaan identitas di internet.

Segera Laporkan Jika Menjadi Korban

Menurut Alfons Tanujaya, langkah korban yang melaporkan dugaan penyebaran konten deepfake kepada kepolisian merupakan tindakan yang tepat. Kasus seperti ini sebaiknya tidak didiamkan karena aparat penegak hukum memiliki kewenangan untuk menelusuri asal penyebaran konten melalui penyedia sistem elektronik.

“Pelaporan penting agar pelaku dapat ditelusuri dan mendapatkan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Alfons Tanujaya.

Langkah hukum juga diharapkan memberikan efek jera sehingga penyalahgunaan teknologi AI untuk membuat konten pornografi menggunakan identitas orang lain tidak semakin meluas.

Baca Juga:  Visi Optimis CEO Nvidia: AI Ciptakan Peluang dan Kesibukan Baru untuk Semua

Di sisi lain, para ahli keamanan digital mengingatkan bahwa perkembangan AI membawa manfaat besar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga industri kreatif. Namun, teknologi tersebut juga memerlukan penggunaan yang bertanggung jawab agar tidak merugikan orang lain maupun melanggar hukum.

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan literasi digital, memahami risiko berbagi data pribadi, serta segera mengambil langkah hukum apabila menemukan indikasi penyalahgunaan identitas. Dengan kewaspadaan yang lebih tinggi dan dukungan penegakan hukum, penyebaran konten deepfake yang merugikan diharapkan dapat ditekan.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar IT

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED