Jawa Tengah Jadi Provinsi Teratas dalam Sektor Wisata Indonesia
Meskipun Bali dikenal sebagai ikon pariwisata Indonesia dan magnet wisatawan mancanegara, provinsi lain di Indonesia justru mencatat pendapatan sektor wisata...
Read more
Bayangkan sebuah jalur pasir tipis sepanjang 3,3 hingga 3,6 kilometer menghubungkan dua sisi teluk di utara Prefektur Kyoto. Pada pandangan pertama, itu terlihat bukan seperti daratan, melainkan jalur langsung menuju langit. Inilah Amanohashidate, yang dalam bahasa Jepang berarti “jembatan ke surga” — dan julukan itu sama dramatisnya dengan pemandangannya sendiri.
Amanohashidate tidak muncul begitu saja di dunia wisata Jepang. Sejak zaman Edo, seorang ilmuwan Konfusian seperti Hayashi Gahō menyandingkannya bersama Miyajima dan Matsushima sebagai Tiga Panorama Terindah Jepang. Puisi dan lukisan klasik bahkan mengabadikan keelokannya.
Jalur pasir ini adalah tombolo—gundukan pasir yang terbentuk di tengah-tengah lautan. Tepiannya dihiasi ribuan pohon pinus hijau, menciptakan jalur alami sepanjang 3–3,6 km yang terlihat seperti naga hijau melintas di permukaan air. Lebarnya sendiri antara 20 hingga 170 meter, tergantung titiknya.
Ada satu pengalaman unik yang hanya bisa kamu lakukan di sini: berdiri membungkuk dan menatap pemandangan lewat antara kaki—disebut matanozoki. Cara ini membuat Amanohashidate tampak seperti jembatan melayang di atas langit. Popularitasnya luar biasa, ditambahkan oleh taman tinggi seperti Kasamatsu Park atau Amanohashidate View Land sebagai tempat terbaik untuk melihatnya.
Amanohashidate View Land
Naik kereta gantung atau roller coaster kecil menuju puncak, rasain sensasi berjalan di sky walk dengan latar Amanohashidate.
Kasamatsu Park
Di sini kamu bisa coba matanozoki, dan nikmati pemandangan 180° yang menakjubkan.
Naik Perahu Menyusuri Teluk
Tersedia tur perahu mengelilingi jalur pasir ini—memberi perspektif berbeda yang tenang dan menenangkan.
Selain menikmati dari atas, kamu juga bisa berjalan kaki atau menyewa sepeda dan nusuk langsung di antara rimbunnya pinus, menyentuh pasir, dan mendengar desiran angin. Butuh waktu sekitar 45 menit berjalan kaki atau 15 menit sepeda dari ujung ke ujung.
Di kedua ujung Amanohashidate, terdapat tempat spiritual yang tak kalah menarik:
Kono-jinja di sisi utara merupakan kuil Shinto yang kental dengan suasana lokal.
Chion-ji Temple di sisi selatan memiliki pagoda tua nan bersejarah.
Juga ada Isoshimizu, mata air tawar yang terkenal sejak zaman Heian dan termasuk daftar 100 sumber air terbaik Jepang.
Dari Kyoto Station, kamu bisa naik Hashidate Limited Express langsung ke Amanohashidate Station — sekitar dua jam perjalanan. Atau, kalau dari prefektur lain seperti Osaka, rutenya hampir sama. Dari stasiun ke lokasi pijakan, tinggal jalan kaki sekitar 5–20 menit.
Amanohashidate berada di wilayah Tango-Amanohashidate-Ōeyama Quasi-National Park, lanskap indah yang juga mencakup tebing, desa pantai, dan hutan. Taman ini dibentuk sejak 2007 dan menjadi wujud semangat pelindungan alam di Jepang.
Seniman seperti Sesshū pada abad ke-15 juga tertarik menggambarkan Amanohashidate dalam karya tinta mereka—yang satu dijadikan harta nasional Asia. Dan kini, puluhan pelancong datang dari seluruh Jepang untuk melihat langsung sang “jembatan surga” dalam realitas visual dan spiritual.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Travel Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia travel — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...