Sejarah Panjang Planetarium Jakarta dan Kebangkitannya setelah 13 Tahun Vakum

Sejarah Planetarium dan Observatorium Jakarta dimulai dari gagasan Presiden Sukarno. Setelah 13 tahun ditutup, fasilitas edukasi astronomi ini kembali buka untuk umum. (Foto: Instagram @disbuddki)

Sejarah Planetarium dan Observatorium Jakarta dimulai dari gagasan Presiden Sukarno

Planetarium dan Observatorium Jakarta yang berada di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat menjadi salah satu institusi edukasi astronomi tertua dan paling bersejarah di Indonesia. Setelah mengalami penutupan hingga 13 tahun, Planetarium kini kembali membuka pintunya untuk publik.

Sejarah Awal Planetarium Jakarta

Berdasarkan data sejarah yang dirilis oleh berbagai sumber, pembangunan Planetarium dan Observatorium Jakarta dimulai pada 1964 atas gagasan Presiden Sukarno. Ia memiliki tujuan agar masyarakat Indonesia semakin mengenal benda benda langit dan fenomena alam semesta.

Menurut catatan sejarah, selain dukungan anggaran dari pemerintah, pendirian Planetarium Jakarta juga menerima bantuan dana dari Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Bangunan dan perangkat Planetarium berhasil diselesaikan pada 1968.

Kemudian pada 10 November 1968, Planetarium dan Observatorium Jakarta diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin bersamaan dengan pembukaan Pusat Kesenian Jakarta di kompleks TIM. Pertunjukan Planetarium untuk masyarakat umum secara resmi dibuka pada 1 Maret 1969, menggunakan proyektor Universal produksi Carl Zeiss dari Jerman. Tanggal ini kemudian menjadi hari jadi Planetarium Jakarta.

Vakum Operasional Sejak 2012

Dalam perjalanannya, Planetarium Jakarta mengalami masa tidak beroperasi sejak 2012. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana pengembangan dan pembaruan fasilitas agar Planetarium kembali relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan edukasi masyarakat masa kini.

Sejak 2019, Planetarium Jakarta menjadi bagian dari program renovasi dan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki yang masih berlangsung hingga kini. Renovasi ini bertujuan mengubah Planetarium menjadi kawasan observatorium luar angkasa yang lebih modern dan menarik.

Seluruh fasilitas, termasuk ruang teater utama Planetarium, diperbarui secara menyeluruh. Pembaruan itu mencakup penerapan teknologi terkini serta penggunaan kursi penonton yang lebih nyaman untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.

Dengan fitur baru tersebut, diharapkan Planetarium Jakarta bersama kawasan Taman Ismail Marzuki kembali menjadi destinasi unggulan wisata edukatif dan hiburan bagi masyarakat Jakarta dan pengunjung dari luar kota.

Pembukaan Kembali dan Akses Gratis untuk Pelajar

Setelah lebih dari satu dekade vakum, Planetarium Jakarta resmi dibuka kembali untuk umum pada 23 Desember 2025. Menurut pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, pihaknya memberikan akses gratis selama tiga bulan khusus untuk pelajar sebagai bagian dari program edukasi.

“Setelah lebih dari 13 tahun, sejak tahun 2012, Planetarium yang digagas oleh Bang Ali Sadikin, alhamdulillah hari ini bisa dihidupkan kembali,” kata Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta.

Dengan dibukanya kembali Planetarium Jakarta, generasi muda diharapkan dapat semakin tertarik belajar tentang astronomi dan sains secara langsung melalui observasi dan pertunjukan ilmu pengetahuan yang disajikan.

Referensi: DetikTravel

📚 ️Baca Juga Seputar Travel

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Travel Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia travel — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED