Kurniawan Evaluasi Finishing Timnas U-17 Usai Kemenangan Telak di Piala AFF
Timnas Indonesia U-17 mengawali langkah di Piala AFF U-17 2026 dengan hasil meyakinkan. Bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik,...
Read more
Senin malam yang mendebarkan tidak hanya menyuguhkan duel klasik antara Timnas Indonesia dan Lebanon, namun juga menyisakan pesan tegas dari kapten Garuda, Jay Idzes. Usai laga FIFA Matchday yang berakhir imbang tanpa gol, Idzes memilih menyampaikan peringatan serius kepada lawan, dan memberi makna penting terhadap nilai “bersih” dalam bertanding.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Indonesia dan Lebanon tampil dengan intensitas tinggi sejak awal. Lebanon menampilkan gaya permainan keras, terlihat dari lima kartu kuning yang mereka terima sepanjang laga—sedangkan Indonesia hanya satu, yang juga diterima oleh Idzes sendiri. Meski demikian, kapten Garuda tetap bersikap tegas:
“Mereka punya rencana permainan. Saya mengingatkan agar laga tetap bersih. Kami memiliki pertandingan besar bulan depan, penting semua tetap sehat… tapi ya, terkadang memang itu tidak bersih.”
Jay Idzes tidak segan menyatakan niatnya secara gamblang:
“Tidak ada pertandingan persahabatan, maaf. Kami ingin memenangkan setiap pertandingan. Kami ingin mendominasi.”
Pernyataan ini memperjelas sikap profesional dan ambisi tinggi timnas, bahkan saat bertemu rival di ajang persahabatan.
Secara penguasaan bola, Indonesia mendominasi dengan 81 persen, jauh meninggalkan Lebanon yang hanya memperoleh 19 persen. Timnas melesakkan sembilan tembakan—walau sayangnya tidak ada yang tepat sasaran. Lebanon, meski defensif, memberi tekanan lewat empat percobaan, satu di antaranya akurat.
Laga imbang 0-0 ini tidak menjadi kekecewaan semata. Sebaliknya, Idzes dan tim melihatnya sebagai kesempatan memasang strategi menjelang babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam waktu dekat, Timnas akan menghadapi Arab Saudi dan Irak—dua lawan berat yang menuntut persiapan matang.
Jay Idzes menunjukkan figur kapten yang mampu mengatur ketenangan di lapangan, meski menghadapi duel fisik yang intens. Komentarnya usai pertandingan bisa menjadi bentuk diplomasi halus—mengajak lawan untuk menghormati mutu pertandingan, sekaligus menjaga stamina pasukan menjelang laga penting. Pernyataannya pun menambah wajah profesionalisme dalam tubuh Timnas.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Bola Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia bola — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...