Tren All You Can Eat Populer, Tapi Bisa Picu GERD Jika Makan Terlalu Banyak
Restoran dengan konsep all you can eat (AYCE) semakin populer di berbagai kota. Dengan membayar satu harga, pengunjung bisa menikmati...
Read more
Bagi sebagian orang, sahur terasa kurang lengkap tanpa secangkir kopi. Minuman berkafein ini dianggap mampu membantu tubuh tetap terjaga dan lebih siap menjalani puasa seharian. Namun, kebiasaan ngopi saat sahur ternyata bisa menimbulkan efek yang kurang nyaman, yakni sering buang air kecil atau beser.
Menurut Prof dr Ponco Birowo, SpU, Subsp.And(K), PhD, dokter spesialis urologi, kopi memiliki sifat diuretik ringan karena kandungan kafeinnya. Efek diuretik ini merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak natrium dan air melalui urine.
“Diuretik itu menyebabkan kita memproduksi kencing dalam jumlah banyak. Artinya kita mengeluarkan cairan dari tubuh kita,” kata Prof Ponco saat ditemui di RS Cipto Mangunkusumo RSCM, Jakarta Pusat, Rabu 18 Februari 2026.
Efek tersebut dapat menjadi masalah saat seseorang menjalani puasa. Cairan yang seharusnya disimpan untuk kebutuhan tubuh selama berpuasa justru lebih cepat keluar melalui urine.
“Kita kan harus berpuasa nanti sampai magrib, kalau cairannya pagi-pagi sudah keluar semua mungkin kita relatif terjadi dehidrasi,” sambungnya.
Prof Ponco menegaskan bahwa pasien dengan riwayat batu saluran kemih atau infeksi saluran kemih berulang sebaiknya tidak mengonsumsi kopi saat sahur. Hal ini untuk mencegah kekambuhan akibat efek diuretik yang ditimbulkan kafein.
“Kalau ada orang yang riwayat batu ginjal itu bisa jadi kambuh batunya atau kalau dia infeksi, bisa terjadi infeksi lagi,” jelasnya.
Sering buang air kecil saat puasa juga berisiko jika ditahan. Menahan kencing terlalu lama dapat memicu gangguan pada kandung kemih hingga retensi urine.
“Jangan nahan kencing jadi infeksi nanti atau nanti malah jadi tidak bisa kencing retensi urine,” ujar Prof Ponco.
Sebagai alternatif, ia lebih menyarankan konsumsi kopi dilakukan saat berbuka puasa. Pada waktu tersebut, risiko dehidrasi lebih kecil karena cairan yang keluar dapat segera digantikan dengan minum kembali.
“Kalau buka puasa tidak ada masalah dari segi mudah kencing. Karena kalau dia kencing ya minum lagi,” katanya.
Berdasarkan penjelasan tersebut, penting bagi masyarakat untuk memahami efek kafein sebagai zat diuretik. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan saluran kemih, pengaturan waktu konsumsi kopi menjadi langkah bijak agar ibadah puasa tetap nyaman dan kesehatan ginjal terjaga.
Referensi:
detikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Dunia hiburan Indonesia berduka. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker selama enam tahun. Kabar wafatnya...
Kebersihan perangkat rumah tangga sering kali kurang diperhatikan, termasuk mesin cuci. Banyak orang menganggap alat ini tidak perlu dibersihkan karena...