Kenali Bentuk Perselingkuhan yang Sering Dianggap Sepele dalam Hubungan

Perselingkuhan tidak selalu melibatkan hubungan fisik. Kenali selingkuh seksual, emosional, finansial, online, hingga micro-cheating dalam hubungan.

Perselingkuhan tidak selalu melibatkan hubungan fisik

Perselingkuhan dalam hubungan sering kali langsung dikaitkan dengan hubungan seksual bersama orang lain. Padahal, pengkhianatan terhadap pasangan dapat muncul dalam berbagai bentuk dan tidak selalu melibatkan kontak fisik.

Perkembangan media sosial dan aplikasi komunikasi membuat batas dalam hubungan menjadi semakin kompleks. Interaksi yang sebelumnya hanya bisa dilakukan secara langsung kini dapat berlangsung kapan saja melalui pesan pribadi, panggilan video, media sosial, hingga aplikasi kencan.

Karena itu, perselingkuhan tidak selalu dimulai dari hubungan fisik. Hubungan yang awalnya terlihat seperti pertemanan biasa dapat berkembang menjadi kedekatan emosional, komunikasi romantis, atau perilaku yang sengaja disembunyikan dari pasangan.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa tidak semua interaksi dengan orang lain dapat disebut perselingkuhan. Seseorang tetap dapat memiliki teman, berkomunikasi dengan rekan kerja, atau memberikan like pada unggahan orang lain tanpa berarti mengkhianati pasangan.

Persoalan mulai muncul ketika interaksi tersebut melewati batas yang telah disepakati dalam hubungan, memiliki muatan romantis atau seksual, dilakukan secara berulang, atau sengaja disembunyikan.

Jenis Perselingkuhan yang Perlu Dikenali

Selingkuh seksual merupakan bentuk perselingkuhan yang paling mudah dikenali. Kondisi ini terjadi ketika seseorang melakukan hubungan intim dengan orang lain di luar pasangan atau pernikahannya.

Perubahan dalam kehidupan seksual pasangan memang terkadang dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan, seperti berkurangnya keintiman atau perubahan perilaku secara tiba-tiba. Namun, perubahan tersebut tidak otomatis membuktikan adanya perselingkuhan. Komunikasi tetap diperlukan sebelum menarik kesimpulan.

Berbeda dengan perselingkuhan seksual, selingkuh online dapat terjadi tanpa adanya pertemuan langsung. Bentuknya dapat berupa chat intens, panggilan, video call, atau komunikasi melalui media sosial yang mengandung unsur romantis maupun seksual.

Hubungan semacam ini bahkan dapat berkembang menjadi ikatan emosional meski kedua orang tersebut belum pernah bertemu secara langsung. Bagi pasangan, situasi tersebut tetap dapat dianggap sebagai pengkhianatan apabila komunikasi dilakukan secara diam-diam atau melewati batas yang telah disepakati.

Bentuk lainnya adalah selingkuh emosional. Kondisi ini terjadi ketika seseorang membangun kedekatan emosional yang sangat kuat dengan orang lain dan mulai menjadikan orang tersebut sebagai tempat utama untuk berbagi rahasia, masalah, serta kebutuhan emosional.

Menurut Cleveland Clinic, perselingkuhan emosional terjadi ketika seseorang membangun hubungan emosional yang dekat dengan orang lain tanpa sepenuhnya terbuka mengenai hubungan tersebut kepada pasangannya. Kondisi ini dapat mengganggu kedekatan emosional dalam hubungan utama.

Baca Juga:  Bisakah Selingkuh Sembuh Ini Jawaban dan Risiko yang Harus Dipahami

Tanda yang perlu diperhatikan antara lain terlalu sering memikirkan orang tersebut, merasa sangat bersemangat ketika mendapat pesan darinya, membagikan masalah pribadi yang justru tidak diceritakan kepada pasangan, hingga menyembunyikan pesan atau aktivitas di media sosial.

Perselingkuhan emosional juga tidak selalu berarti hubungan tersebut sudah bersifat romantis secara terang-terangan. Batasnya dapat muncul ketika kedekatan dengan orang lain mulai mengambil ruang yang seharusnya diberikan kepada pasangan.

Selain emosional, ada pula selingkuh finansial. Bentuk pengkhianatan ini berkaitan dengan ketidakjujuran mengenai uang dalam rumah tangga.

Contohnya adalah menyembunyikan utang, memiliki rekening atau aset yang sengaja dirahasiakan, menggunakan uang bersama tanpa sepengetahuan pasangan, atau mengeluarkan uang untuk orang lain secara diam-diam. Masalah tersebut dapat merusak kepercayaan sekaligus menimbulkan persoalan ekonomi bagi keluarga.

Ada juga kondisi ketika seseorang sengaja memelihara perasaan romantis terhadap orang lain. Memiliki ketertarikan kepada orang lain sebenarnya dapat terjadi secara alami dan tidak otomatis berarti seseorang telah berselingkuh.

Yang menjadi persoalan adalah bagaimana seseorang merespons perasaan tersebut. Jika ketertarikan sengaja dipelihara melalui perhatian berlebihan, pemberian hadiah, komunikasi romantis, atau mencari kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua secara diam-diam, batas hubungan mulai menjadi kabur.

Istilah micro-cheating juga semakin sering digunakan untuk menggambarkan perilaku kecil yang berada di antara kesetiaan dan perselingkuhan. Psychology Today menjelaskan bahwa micro-cheating merujuk pada pelanggaran kecil terhadap kepercayaan yang belum tentu mencapai tingkat perselingkuhan fisik.

Contohnya dapat berupa diam-diam menghubungi mantan, menyembunyikan percakapan dengan seseorang yang dianggap menarik, menggunakan aplikasi kencan meski hanya disebut sebagai hiburan, atau mengirim pesan bernada genit.

Karena sifatnya subjektif, micro-cheating tidak memiliki batas yang sama untuk setiap pasangan. Apa yang dianggap biasa oleh satu pasangan bisa saja dianggap sebagai pengkhianatan oleh pasangan lainnya.

Apakah Like Lawan Jenis Termasuk Selingkuh?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan karena aktivitas media sosial kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Memberikan like pada unggahan lawan jenis pada dasarnya tidak dapat langsung disebut sebagai perselingkuhan. Like dapat diberikan karena seseorang menyukai konten, mengenal pemilik akun, atau sekadar melakukan interaksi biasa.

Namun, konteksnya dapat berubah ketika aktivitas tersebut dilakukan secara intens dan disertai perilaku lain. Misalnya, seseorang terus memberikan komentar bernada genit, mengirim pesan pribadi, menyembunyikan komunikasi, atau sengaja menghapus riwayat percakapan agar tidak diketahui pasangan.

Baca Juga:  Kebiasaan Pagi yang Tanpa Disadari Picu Bad Mood Seharian

Menurut Psychology Today, perilaku micro-cheating sangat bergantung pada niat dan konteks, bukan hanya pada tindakan yang terlihat di permukaan. Ekspektasi setiap pasangan juga dapat berbeda sehingga pembicaraan mengenai batasan hubungan menjadi penting.

Hal serupa berlaku untuk perselingkuhan emosional. Berkomunikasi dekat dengan teman tidak otomatis merupakan perselingkuhan. Seseorang tetap membutuhkan pertemanan dan ruang sosial di luar hubungan romantis.

Menurut Cleveland Clinic, hubungan pertemanan yang sehat berbeda dengan perselingkuhan emosional. Batas dapat mulai terlewati ketika muncul ketertarikan romantis atau seksual, fantasi terhadap orang tersebut, komunikasi yang disembunyikan, atau ketika orang lain mulai menggantikan posisi pasangan sebagai sumber utama dukungan emosional.

Karena itu, salah satu pertanyaan yang dapat digunakan untuk melihat apakah sebuah interaksi sudah melewati batas adalah: Apakah saya akan tetap melakukan hal ini jika pasangan saya melihatnya?

Pertanyaan lainnya adalah apakah interaksi tersebut sengaja dirahasiakan. Jika seseorang merasa harus menghapus pesan, menyembunyikan akun tertentu, menggunakan fitur pesan rahasia, atau memberikan penjelasan yang berbeda kepada pasangan, persoalannya tidak lagi sekadar soal like atau chat.

Dalam hubungan, kejujuran dan kesepakatan mengenai batasan menjadi lebih penting daripada aturan yang berlaku secara universal. Setiap pasangan dapat memiliki pemahaman berbeda mengenai apa yang dianggap pantas dan tidak pantas.

Batas tersebut sebaiknya dibicarakan secara terbuka, termasuk mengenai komunikasi dengan mantan, interaksi di media sosial, pertemanan dengan lawan jenis, penggunaan aplikasi kencan, hingga keterbukaan mengenai kondisi keuangan.

Psychology Today juga menekankan bahwa membicarakan ekspektasi bersama dapat membantu pasangan memahami batas masing-masing. Ketika seseorang merasa terganggu oleh perilaku tertentu, pendekatan yang lebih sehat adalah membicarakannya secara langsung daripada langsung melakukan pengawasan terhadap ponsel atau media sosial pasangan.

Dengan demikian, perselingkuhan bukan hanya soal apa yang dilakukan, tetapi juga soal kepercayaan, niat, keterbukaan, dan batas yang telah disepakati. Sebuah like mungkin hanya sebuah like. Namun, jika berada dalam rangkaian interaksi romantis yang sengaja dirahasiakan, maknanya dapat menjadi berbeda bagi sebuah hubungan.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Gaya Hidup

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gaya Hidup Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gaya hidup — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED