Netanyahu Yakin Rezim Mojtaba Khamenei Segera Tumbang, Ini Alasannya
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa rezim Iran di bawah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei semakin dekat dengan kehancuran....
Read more
Rencana ribuan pelajar Iran untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri menghadapi hambatan baru. Ujian TOEFL dan GRE kini dihentikan di Iran setelah pemerintah Amerika Serikat menangguhkan General License G yang sebelumnya menjadi dasar hukum bagi sejumlah layanan pendidikan di negara tersebut.
Educational Testing Service atau ETS, penyelenggara TOEFL dan GRE, menghentikan layanan ujian di Iran setelah Office of Foreign Assets Control atau OFAC di bawah Departemen Keuangan AS menangguhkan General License G pada 24 Agustus 2026. Berdasarkan informasi resmi ETS, seluruh jadwal TOEFL dan GRE di Iran yang akan datang dibatalkan.
“Setelah OFAC menangguhkan General License G, ETS segera menghentikan penyelenggaraan ujian TOEFL dan GRE di Iran,” kata ETS dalam pemberitahuan resminya.
TOEFL merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang digunakan oleh universitas di berbagai negara. Sementara itu, GRE menjadi salah satu tes standar yang dipersyaratkan oleh sejumlah program pascasarjana, khususnya di Amerika Serikat dan Kanada.
Penghentian ujian ini menjadi persoalan serius bagi pelajar Iran yang sedang mengejar tenggat pendaftaran universitas atau beasiswa. Banyak calon mahasiswa telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan dokumen, menghubungi profesor, hingga memenuhi persyaratan akademik.
Seorang peserta TOEFL di Teheran mengatakan seluruh rencana studinya bergantung pada ujian tersebut. Ia sebelumnya telah mempersiapkan pendaftaran program doktoral meski menghadapi berbagai gangguan, termasuk masalah koneksi internet.
Kini, pelajar Iran masih dapat mengikuti TOEFL dan GRE di luar negeri. Menurut ETS, pembatasan tersebut berlaku terhadap layanan ujian di Iran, bukan terhadap warga negara Iran yang mengikuti ujian di negara lain.
Pilihan tersebut, bagaimanapun, menimbulkan persoalan biaya. Sejumlah pelajar sebelumnya harus bepergian ke negara seperti Turki dan Armenia untuk mengikuti IELTS setelah penyelenggaraan tes tersebut di Iran juga menghadapi kendala.
Alireza, pelajar yang sedang mempersiapkan pendaftaran ke universitas di Italia, mengatakan TOEFL sebelumnya menjadi alternatif setelah IELTS tidak lagi tersedia di Iran. Pihak universitas yang ditujunya bahkan telah menyetujui penggunaan skor TOEFL sebagai pengganti IELTS.
Namun, penghentian TOEFL membuat rencana tersebut kembali terganggu.
“Namun sekarang TOEFL juga dihentikan di Iran. Bepergian ke negara tetangga hanya untuk mengikuti ujian sangat mahal, terutama dalam kondisi ekonomi Iran saat ini,” kata Alireza.
Peserta lain mengatakan perjalanan ke Turki atau Armenia berarti harus menanggung biaya transportasi, akomodasi setidaknya satu malam, serta biaya ujian.
Bagi calon mahasiswa yang mengandalkan beasiswa atau pendanaan penuh, tambahan biaya tersebut dapat menjadi beban besar. Bahkan, keterlambatan mengikuti tes berisiko membuat pelamar melewatkan satu siklus penerimaan dan harus menunggu hingga tahun berikutnya.
Situasi tersebut semakin rumit karena penghentian TOEFL terjadi setelah layanan IELTS di Iran lebih dulu menghadapi kendala. Sebuah pusat IELTS di Teheran menyebut persoalan transfer dana terkait sanksi menjadi salah satu hambatan penyelenggaraan ujian.
Para pelajar kemudian meluncurkan petisi daring yang mendesak ETS mengembalikan layanan TOEFL dan GRE di Iran. Mereka juga meminta OFAC memberikan pengecualian khusus bagi ujian akademik standar.
Menurut laporan yang dihimpun, petisi tersebut menilai sanksi yang ditujukan kepada pemerintah Iran seharusnya tidak menghilangkan akses pendidikan bagi warga yang tidak terlibat dalam kebijakan negara.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan TOEFL dan GRE akan kembali tersedia di Iran. ETS menyatakan sedang mempelajari cakupan dan durasi perubahan aturan serta mencari jalur yang memungkinkan layanan ujian kembali diselenggarakan di Iran.
Berdasarkan data OFAC, General License G yang berkaitan dengan pertukaran akademik dan layanan pendidikan tertentu memang telah ditangguhkan sejak 24 Agustus 2026. Penangguhan tersebut membuat aktivitas yang sebelumnya memperoleh izin melalui aturan itu tidak lagi memiliki dasar otorisasi yang sama.
Di tengah situasi tersebut, pelajar Iran menghadapi pilihan terbatas. Mereka dapat menunggu sampai ada kepastian mengenai pembukaan kembali ujian di dalam negeri atau bepergian ke negara lain untuk mengikuti tes. Bagi mereka yang memiliki tenggat pendaftaran dalam waktu dekat, keputusan tersebut bukan sekadar persoalan administratif, tetapi dapat menentukan apakah mereka masih bisa mengikuti kesempatan kuliah dan mendapatkan beasiswa pada periode penerimaan yang sedang berjalan.
Referensi:
detikcom
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Perselingkuhan dalam hubungan sering kali langsung dikaitkan dengan hubungan seksual bersama orang lain. Padahal, pengkhianatan terhadap pasangan dapat muncul dalam...
Refleksi diri biasanya identik dengan menulis jurnal, mencatat perasaan, atau mengevaluasi berbagai hal yang sudah dilakukan. Namun, cara untuk mengenali...