Muse Spark 1.3 Meluncur, AI Coding Meta Kini Makin Gesit dan Andal

Meta merilis Muse Spark 1.3 dengan kemampuan coding dan agentic yang lebih kuat. Model ini diklaim lebih cepat, efisien, dan mampu menangani tugas kompleks.

Meta merilis Muse Spark 1

Meta kembali memperkuat lini kecerdasan buatannya untuk kebutuhan pemrograman. Perusahaan merilis Muse Spark 1.3 pada Rabu, 2 September 2026, sebagai penerus Muse Spark 1.2 yang diperkenalkan sekitar sebulan sebelumnya.

Model terbaru tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan coding sekaligus pekerjaan agentic. Artinya, Muse Spark 1.3 tidak hanya membantu menulis kode, tetapi juga dapat menjalankan serangkaian langkah, menggunakan berbagai tools, dan mempertahankan konteks pekerjaan dalam tugas yang panjang.

Menurut Meta, peningkatan paling terasa pada pekerjaan coding berdurasi panjang atau long-horizon coding. Model ini dilatih menggunakan lebih banyak tugas coding jangka panjang sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien dibandingkan generasi sebelumnya.

Coding Lebih Kuat dan Hemat Penggunaan Tools

Dalam pengujian yang dipublikasikan Meta, Muse Spark 1.3 memperoleh skor 75,4 pada benchmark DeepSWE v1.1. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Muse Spark 1.2 yang mencatat skor 55.

Pada pengujian yang sama, Meta mencantumkan GPT-5.6 Sol dengan skor 73 dan Opus 5 dengan skor 74. Dengan hasil tersebut, Muse Spark 1.3 berada di atas kedua model tersebut pada benchmark DeepSWE v1.1 yang digunakan dalam evaluasi Meta.

Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil pengujian yang dilaporkan oleh Meta, sehingga perbandingan sebaiknya tetap dibaca berdasarkan benchmark dan kondisi pengujian masing-masing.

Salah satu perubahan penting lainnya adalah efisiensi. Berdasarkan perbandingan engineer Meta, Muse Spark 1.3 membutuhkan sekitar 20 persen lebih sedikit tool calls dan 25 persen lebih sedikit token dibandingkan Muse Spark 1.2.

Baca Juga:  Rahasia di Balik Tombol Next yang Diam Diam Mempengaruhi Perilaku Digital Anak

Efisiensi ini penting ketika AI digunakan untuk mengerjakan proyek coding yang kompleks. Semakin sedikit pemanggilan tools dan token yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, semakin efisien pula proses kerja AI.

Meta juga menyebut gaya coding Muse Spark 1.3 lebih bersih dan tidak terlalu bertele-tele. Model ini dirancang untuk mengurangi langkah atau percakapan tambahan yang tidak diperlukan.

Bisa Menangani Banyak Tugas dalam Satu Percakapan

Muse Spark 1.3 tidak hanya ditingkatkan dari sisi coding. Kemampuan agentic juga menjadi salah satu fokus utama pembaruan ini.

Model dapat mempertahankan pekerjaan dalam percakapan panjang sambil menangani beberapa alur kerja. Pengguna dapat memberikan sebuah tugas, menyela dengan pekerjaan lain, lalu kembali ke tugas sebelumnya. Muse Spark 1.3 diklaim lebih mampu memahami instruksi baru dan mengaitkannya dengan pekerjaan yang tepat.

Menurut Meta, model ini juga dapat mengenali celah dalam rencana kerjanya sendiri dan melakukan perbaikan secara proaktif. Kemampuan tersebut dirancang agar AI dapat bekerja lebih mandiri dalam menyelesaikan pekerjaan dengan banyak tahapan.

Dalam situasi ketika instruksi pengguna masih ambigu, Muse Spark 1.3 juga dirancang untuk mengajukan pertanyaan klarifikasi. Jika menemui hambatan, model dapat meminta bantuan pengguna. Untuk tindakan yang memiliki konsekuensi besar, model juga dapat meminta konfirmasi terlebih dahulu.

Kemampuan semacam ini membuat posisi AI semakin dekat dengan konsep rekan kerja digital bagi developer, bukan hanya alat untuk menghasilkan potongan kode.

Baca Juga:  Telkomsel Hadirkan Fitur Akumulasi Kuota untuk Paket Bulanan

Muse Spark 1.3 mulai tersedia melalui Muse Code dan Meta Model API. Meta juga mempertahankan harga API yang sama seperti sebelumnya, yakni 1,25 dollar AS per satu juta token input atau sekitar Rp22.100, 0,15 dollar AS per satu juta token input yang tersimpan dalam cache atau sekitar Rp2.650, serta 4,25 dollar AS per satu juta token output atau sekitar Rp75.200.

Konversi tersebut menggunakan kisaran kurs Rp17.700 per dollar AS pada 3 September 2026. Nilai rupiah dapat berubah mengikuti pergerakan kurs.

Meta juga menyediakan skema Contributor dengan biaya yang lebih rendah bagi developer yang mengizinkan data mereka digunakan untuk membantu meningkatkan model. Untuk skema ini, tarif yang tercantum adalah 0,10 dollar AS per satu juta token input atau sekitar Rp1.770 dan 0,20 dollar AS per satu juta token output atau sekitar Rp3.540.

Referensi:
Kompas

📚 ️Baca Juga Seputar Internet

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED