Seorang pemuda berinisial MTAK (19) yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Kali Banjir Kanal Barat (BKB), Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan korban mengakhiri proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan sejak insiden terjadi pada Sabtu (1/8) malam.
Menurut Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor SAR Jakarta, jasad korban ditemukan dalam posisi tengkurap sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan terbawa arus.
“Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Desiana dalam keterangan resminya.
Berdasarkan informasi dari Kantor SAR Jakarta, laporan mengenai keberadaan jenazah diterima pada Senin (3/8) pagi. Tim kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan pengecekan dan identifikasi.
Setelah proses pemeriksaan dilakukan, aparat memastikan bahwa jasad tersebut merupakan korban yang sebelumnya masih dalam pencarian.
Kronologi Korban Terbawa Arus di Kali BKB
Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari proses evakuasi, peristiwa bermula ketika korban terlibat pertengkaran dengan seorang teman perempuan pada Sabtu malam.
Dalam situasi tersebut, kunci milik korban dilaporkan terlempar ke aliran Kali Banjir Kanal Barat. Korban kemudian memutuskan melompat ke sungai dengan maksud mengambil kembali kunci tersebut.
Namun saat berusaha berenang menuju tanggul, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus sungai hingga akhirnya tenggelam.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan menggunakan alat bantu apung. Meski demikian, derasnya arus membuat korban terus terbawa hingga akhirnya menghilang dari permukaan air.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir aliran Kali Banjir Kanal Barat menggunakan berbagai metode, termasuk penyisiran melalui jalur air dan pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Menurut Kantor SAR Jakarta, operasi pencarian berlangsung hingga korban berhasil ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari titik awal kejadian. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Sementara itu, berdasarkan laporan tambahan dari Antara, Basarnas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di sekitar aliran sungai, terutama ketika kondisi arus sedang deras. Upaya penyelamatan terhadap korban tenggelam sering kali menghadapi tantangan akibat arus yang kuat dan keterbatasan jarak pandang di dalam air.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan ketika berada di sekitar sungai maupun saluran air, terutama saat kondisi cuaca dan debit air tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas di dalam aliran sungai.
Referensi:
detikNews