Rumah Mewah di Bogor Dipasang Garis Polisi Setelah Penggeledahan Kasus Korupsi Besar

Rumah mewah di Sentul, Bogor, dipasang garis polisi setelah penggeledahan terkait dugaan korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Polisi menyita emas dan uang bernilai besar. (Foto: Muchamad Sholihin/detikcom)

Rumah mewah di Sentul, Bogor, dipasang garis polisi setelah penggeledahan terkait dugaan korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel

Sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipasang garis polisi setelah tim penyidik Polri menyelesaikan proses penggeledahan yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi di PT PLN (Persero), ASABRI, dan Krakatau Steel. Pengamanan lokasi dilakukan pada Kamis (9/7) sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih berlangsung.

Pantauan di lokasi menunjukkan garis polisi membentang mengelilingi bagian depan hingga sisi samping rumah dua lantai tersebut. Garis pembatas juga dipasang pada area halaman rumah, termasuk di sekitar patung yang berada di bagian luar bangunan. Setelah pemasangan selesai, petugas Inafis mendokumentasikan kondisi lokasi sebagai bagian dari proses penyidikan.

Sebelumnya, penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam berbagai mata uang yang disimpan di dalam brankas tersembunyi. Menurut Irjen Totok Suharyanto, Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, barang bukti tersebut ditemukan setelah penyidik membuka brankas yang berisi tujuh koper.

“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD, kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar,” kata Irjen Totok Suharyanto.

Nilai mata uang asing yang diamankan terdiri dari 4.767.300 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp77,7 miliar) dan 14.083.800 dolar Singapura (sekitar Rp204,6 miliar) berdasarkan estimasi penyidik. Jika digabungkan dengan emas batangan dan uang tunai rupiah, total aset yang diamankan diperkirakan mencapai Rp476 miliar.

Baca Juga:  Sidak Pelabuhan Akan Digelar Rutin, Purbaya Tekankan Perbaikan Menyeluruh Bea Cukai

Penyidikan Masih Berlangsung dan Menjadi Atensi Presiden

Menurut Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, pengusutan dugaan korupsi tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Penyidik saat ini terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang mencakup suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang.

“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan,” kata Budi Hermanto.

Berdasarkan keterangan kepolisian, penggeledahan di Sentul merupakan bagian dari rangkaian operasi serentak di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pasokan batu bara di PLN yang memicu gangguan pasokan listrik di Sumatera, perkara ASABRI, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang Krakatau Steel.

Selain emas dan uang tunai, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen, telepon genggam, serta foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun barang bukti. Seluruh barang yang disita akan menjadi bagian dari proses pembuktian dalam penyidikan yang masih berjalan. Hingga kini, kepolisian belum mengumumkan identitas pemilik rumah maupun menetapkan tersangka baru dari hasil penggeledahan tersebut.

Referensi:
detikNews

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED