Peringatan Keras Microsoft, AI Segera Ambil Alih Profesi Pengacara dan Akuntan

Microsoft memprediksi AI segera menggantikan pengacara dan akuntan dalam waktu dekat, seiring otomatisasi masif di sektor perkantoran. (Foto: katadata.co.id)

Microsoft memprediksi AI segera menggantikan pengacara dan akuntan dalam waktu dekat, seiring otomatisasi masif di sektor perkantoran

Perkembangan Artificial Intelligence atau AI dinilai semakin cepat dan berpotensi mengubah peta dunia kerja secara drastis. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, sejumlah profesi kantoran seperti pengacara dan akuntan diperkirakan akan terdampak langsung oleh otomatisasi teknologi ini.

Peringatan tersebut datang dari jajaran pimpinan Microsoft. CEO divisi AI Microsoft, Mustafa Suleyman, menyebut bahwa otomatisasi pekerjaan akibat AI kemungkinan besar akan terjadi dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.

Dalam wawancaranya dengan media internasional, Suleyman menilai kemampuan AI kini semakin mendekati kapasitas manusia dalam mengerjakan tugas profesional. “Saya pikir kita akan mencapai kinerja setara manusia untuk sebagian besar, jika tidak semua, tugas profesional,” kata Suleyman.

Menurutnya, profesi seperti pengacara, akuntan, manajer proyek, hingga tenaga pemasaran termasuk dalam kategori yang paling rentan. Tugas inti yang selama ini dikerjakan manusia dinilai bisa diambil alih sistem AI dalam waktu relatif singkat.

“Hubungan manusia dengan teknologi kini sudah sangat berbeda. Perubahan itu terjadi hanya dalam waktu enam bulan terakhir,” ujar Suleyman.

Gelombang PHK dan Investasi Besar di Infrastruktur AI

Dampak perubahan tersebut dinilai sudah mulai terasa, khususnya di sektor rekayasa perangkat lunak. Banyak pekerja kini mengandalkan AI untuk membantu proses produksi kode. Bahkan, CEO Microsoft, Satya Nadella, sebelumnya mengungkapkan bahwa AI telah berkontribusi terhadap 20 hingga 30 persen tugas pengkodean software di perusahaan.

Seiring integrasi AI yang semakin luas, Microsoft juga melakukan penyesuaian tenaga kerja. Pada Mei 2025, perusahaan memberhentikan sekitar 6.000 pegawai. Dua bulan kemudian, pemangkasan kembali dilakukan terhadap 9.000 karyawan lainnya.

Di sisi lain, Microsoft justru meningkatkan investasi besar-besaran di sektor AI. Perusahaan tersebut menggelontorkan dana sebesar 80 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.280 triliun jika mengacu kurs Rp 16.000 per dollar AS, untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan.

Tren serupa juga terjadi di perusahaan teknologi lain. Meta memangkas sekitar 5 persen karyawannya pada Januari 2025 atau setara dengan 3.600 pekerja. Sementara itu, Amazon berencana mengurangi hingga 30.000 posisi kerja.

CEO Amazon, Andy Jassy, bahkan mengakui bahwa ke depan perusahaan akan membutuhkan lebih sedikit pekerja untuk sejumlah peran tertentu.

Berdasarkan data dari Challenger, Gray & Christmas, sepanjang 2025 terdapat sekitar 1,2 juta pemutusan hubungan kerja yang diumumkan di Amerika Serikat. Angka tersebut meningkat 58 persen dibandingkan sekitar 760.000 PHK pada 2024.

Industri teknologi swasta menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Sepanjang tahun lalu, sektor ini mengumumkan pengurangan sekitar 154.000 posisi, naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam laporannya, Challenger menyebut adopsi AI yang sangat cepat menjadi faktor utama di balik tren tersebut. Pada 2025, AI tercatat berkontribusi terhadap rencana PHK atas 54.836 posisi.

Tidak hanya berdampak pada ekonomi, perubahan ini juga dinilai menyentuh aspek identitas pekerja. CEO Khan Academy sekaligus vision steward di TED, Salman Khan, menilai revolusi AI akan datang lebih cepat dan dampaknya lebih keras dari perkiraan banyak orang.

“Jika pekerjaan kerah putih menyusut meski hanya 10 persen, dampaknya akan terasa seperti depresi ekonomi,” kata Khan.

Ia juga menyoroti potensi krisis identitas di kalangan pekerja kantoran yang selama ini menggantungkan status sosial dan penghidupan pada profesinya. Menurut Khan, tantangan terbesar bukan hanya soal kehilangan pekerjaan, tetapi bagaimana memastikan pekerja yang terdampak bisa beralih ke profesi lain yang tetap relevan.

Referensi:
Kompas

📚 ️Baca Juga Seputar IT

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED