MBG Dihentikan di Puluhan Sekolah Jawa, Anggaran Dialihkan ke Kelompok Lebih Prioritas
Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 76 sekolah yang tersebar di Pulau Jawa....
Read more
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, akhirnya menyampaikan pernyataan publik terkait nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama beberapa pekan.
Menurut Mojtaba Khamenei, dirinya telah memberikan persetujuan terhadap kesepakatan tersebut meskipun masih memiliki sejumlah keberatan. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan langkah Amerika Serikat yang mulai mencabut berbagai pembatasan terhadap kapal dan pelabuhan Iran.
“Namun saya memberikan persetujuan karena adanya komitmen dari para pejabat, termasuk Presiden Pezeshkian, untuk melindungi hak-hak bangsa Iran,” kata Khamenei.
Ia juga menegaskan bahwa pembicaraan langsung antara Iran dan Amerika Serikat akan tetap dilakukan pada masa mendatang. Meski demikian, Khamenei menekankan bahwa langkah tersebut tidak berarti Iran menerima seluruh pandangan Washington.
Kesepakatan ini menjadi perhatian dunia karena menandai babak baru hubungan kedua negara setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran selama lima pekan sebelum akhirnya mencapai gencatan senjata pada awal April.
Berdasarkan isi MoU yang telah disepakati, Amerika Serikat berkomitmen mencabut sanksi minyak yang selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perekonomian Iran.
Selain itu, setelah tercapai kesepakatan final terkait program nuklir Iran, Washington juga disebut akan membantu memfasilitasi pencairan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar atau sekitar Rp4.860 triliun (asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS). Dana tersebut didukung oleh sejumlah negara di kawasan.
Khamenei sendiri menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Sejak ditunjuk sebagai pemimpin baru, Mojtaba Khamenei relatif jarang tampil di hadapan publik.
Kemunculannya kali ini dinilai penting karena memberikan gambaran awal mengenai arah kebijakan Iran pascaperang. Upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli juga diperkirakan akan menjadi momen penting untuk melihat dinamika politik di negara tersebut.
Meski kesepakatan damai telah ditandatangani, sejumlah pihak masih mempertanyakan ketahanannya dalam jangka panjang. Salah satunya adalah Mina, seorang psikolog berusia 54 tahun asal Teheran.
“Saya tidak yakin ini akan menjadi kesepakatan yang bertahan lama. Bisa saja setelah 60 hari mereka kembali berperang,” ujarnya.
Keraguan serupa juga datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang turut berperan dalam proses penandatanganan kesepakatan di Istana Versailles. Menurut Macron, konflik tersebut belum tentu benar-benar berakhir sepenuhnya.
Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menyaksikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani MoU dengan Iran secara digital dalam rangkaian agenda Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis.
Meskipun demikian, kesepakatan ini tetap dipandang sebagai langkah diplomatik penting yang berpotensi mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Keberhasilan implementasi MoU tersebut akan sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam menjalankan poin-poin yang telah disepakati, termasuk isu nuklir, pencabutan sanksi, dan proses rekonstruksi pascakonflik.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Berita Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia berita — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kesemutan pada tangan merupakan keluhan yang cukup umum dialami banyak orang. Dalam sebagian besar kasus, kondisi ini muncul akibat tekanan...
Penyakit ginjal kronis dikenal sebagai salah satu gangguan kesehatan yang sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Kondisi ini bahkan kerap...