Ingin Otot Lebih Kekar? Jangan Cuma Nge-Gym, Konsumsi Makanan Bernutrisi Ini
Banyak orang menganggap bahwa latihan rutin di pusat kebugaran menjadi satu-satunya kunci untuk mendapatkan tubuh berotot. Padahal, pola makan dan...
Read more
Kesehatan jantung tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan sehat dan olahraga rutin. Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele ternyata dapat memberikan dampak buruk terhadap sistem kardiovaskular jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.
Menurut dr Jayne Morgan, spesialis jantung dan Direktur Klinis COVID Task Force di Piedmont Hospital Healthcare Atlanta, perubahan kecil dalam gaya hidup dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung jika dilakukan secara konsisten. Karena itu, penting untuk mengenali berbagai kebiasaan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung tanpa disadari.
Salah satu kebiasaan yang paling sering ditemukan adalah terlalu lama duduk setiap hari. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Cardiology pada 2022, individu yang duduk selama 6 hingga 8 jam per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan kematian dini. Risiko tersebut meningkat lebih besar pada mereka yang duduk lebih dari 8 jam setiap hari.
Para ahli menyarankan untuk menyempatkan diri berjalan kaki secara berkala, terutama bagi pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktu di depan komputer. Menurut American Heart Association (AHA), aktivitas fisik intensitas sedang selama minimal 150 menit per minggu dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
“Olahraga intensitas sedang selama setengah jam, 3 sampai 5 kali seminggu, akan melindungi jantung,” kata dr Nicholas Ruthmann, spesialis jantung di Cleveland Clinic, Ohio. Ia menjelaskan bahwa jantung merupakan otot yang perlu dilatih secara rutin agar tetap kuat dan berfungsi optimal.
Selain kurang bergerak, kesepian dan isolasi sosial juga menjadi faktor yang sering diabaikan. Berdasarkan ulasan yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association pada 2022, kesepian dan minimnya interaksi sosial berkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, hingga kematian sebesar 30 persen.
Menurut dr Ruthmann, menjaga hubungan dengan keluarga, teman, atau komunitas dapat membantu mengurangi stres dan mendukung gaya hidup sehat. Stres kronis yang berlangsung lama diketahui dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan pada sistem kardiovaskular.
Kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah konsumsi garam berlebihan. Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Makanan instan, makanan kaleng, daging olahan, camilan asin, dan berbagai makanan cepat saji menjadi sumber natrium yang sering dikonsumsi tanpa disadari.
Berdasarkan rekomendasi kesehatan, konsumsi natrium sebaiknya tidak melebihi 2.300 miligram per hari atau setara sekitar satu sendok teh garam. Bahkan untuk hasil yang lebih optimal, sebagian besar orang dewasa dianjurkan membatasi konsumsi hingga kurang dari 1.500 miligram per hari.
Menurut dr Morgan, pilihan makanan yang praktis dan murah sering kali menjadi alasan utama tingginya konsumsi makanan tinggi garam. Namun, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan yang jauh lebih besar di masa depan.
Faktor berikutnya yang tidak kalah penting adalah kualitas dan durasi tidur. Kurang tidur dapat mengganggu proses pemulihan tubuh, termasuk sistem kardiovaskular. Penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association menunjukkan bahwa kurang dari 7 jam tidur per malam berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Menariknya, tidur terlalu lama juga tidak selalu baik. Data penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur 7 hingga 8 jam.
Menurut dr Khandelwal, tidur yang berkualitas membantu tubuh memulihkan energi dan mempersiapkan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Karena itu, menjaga pola tidur yang teratur menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.
Selain menerapkan pola makan sehat dan olahraga, mengurangi waktu duduk, menjaga hubungan sosial, membatasi konsumsi garam, serta mendapatkan tidur yang cukup merupakan langkah sederhana yang dapat membantu melindungi jantung dalam jangka panjang.
Referensi:
DetikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Harga Pertamax akhirnya mengalami penyesuaian setelah bertahan selama beberapa bulan tanpa kenaikan. Pada pertengahan Juni 2026, harga bahan bakar nonsubsidi...
China kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin industri kendaraan listrik dunia. Mulai 1 Juli 2026, pemerintah setempat akan menerapkan...