Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 Lengkap dengan Keutamaan dan Sejarahnya
Umat Islam akan segera memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, bulan pertama dalam kalender Islam yang memiliki banyak keutamaan. Pada bulan...
Read more
Banyak orang berusaha memperbaiki hidupnya dengan berbagai cara. Ada yang mengejar pendidikan tinggi, bekerja keras mencari harta, memperluas relasi, hingga membangun bisnis yang besar.
Semua itu tidak salah. Namun dalam Islam, ada satu amalan yang menjadi pondasi utama bagi seluruh kebaikan hidup seorang hamba, yaitu shalat.
Dalam kajian bertajuk “Perbaiki Shalatmu, Allah Akan Perbaiki Hidupmu”, Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa kualitas hidup seorang muslim sangat erat kaitannya dengan kualitas shalatnya.
Semakin baik hubungan seseorang dengan Allah melalui shalat, semakin besar pula peluang Allah membimbing kehidupannya menuju kebaikan.
Kajian diawali dengan penjelasan tentang pentingnya majelis ilmu.
Perubahan hidup seseorang tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan yang benar selalu dimulai dari ilmu dan pemahaman yang benar.
Ketika seseorang menghadiri majelis ilmu, mempelajari Al-Qur’an, dan memahami ajaran agama, Allah akan menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hatinya.
Ilmu yang benar akan melahirkan iman yang kuat.
Iman yang kuat akan melahirkan amal yang benar.
Dan amal yang benar akan memperbaiki kehidupan seseorang secara keseluruhan.
Di tengah masyarakat modern, ukuran kesuksesan sering kali dihubungkan dengan jabatan, kekayaan, atau popularitas.
Padahal dalam pandangan Islam, kualitas hidup seseorang tidak ditentukan oleh banyaknya harta yang dimiliki.
Ukuran terbaik manusia adalah ketakwaannya kepada Allah dan seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada sesama.
Karena itu, seseorang bisa saja hidup sederhana namun memiliki kehidupan yang sangat berkah dan penuh ketenangan.
Sebaliknya, ada pula yang bergelimang harta tetapi hidupnya dipenuhi kegelisahan dan kekosongan.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan bahwa amalan pertama yang akan diperiksa pada hari kiamat adalah shalat.
Jika shalat seorang hamba baik, maka besar kemungkinan amalan-amalan lainnya juga akan menjadi baik.
Sebaliknya, jika shalatnya rusak, maka hal itu akan memengaruhi kualitas amal yang lain.
Karena itulah para ulama selalu menempatkan shalat sebagai prioritas utama dalam memperbaiki diri.
Shalat bukan hanya sekadar kewajiban harian, tetapi juga sarana pendidikan ruhani yang terus menerus membentuk karakter seorang muslim.
Pertanyaan yang sering muncul adalah:
“Mengapa ada orang yang rajin shalat tetapi masih melakukan dosa?”
Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat kita pesimis terhadap fungsi shalat.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menjelaskan bahwa seseorang yang masih melakukan kemaksiatan namun tetap menjaga shalatnya memiliki harapan besar untuk berubah.
Selama ia terus menjaga hubungan dengan Allah melalui shalat, ada peluang besar Allah memberikan hidayah sehingga perlahan meninggalkan perbuatan buruknya.
Karena itu, jangan pernah meremehkan kekuatan shalat dalam memperbaiki kehidupan seseorang.
Ustadz Ammi mengibaratkan shalat seperti sebuah bangunan.
Rukun adalah bagian paling utama.
Jika salah satu rukun ditinggalkan dengan sengaja, maka shalat menjadi batal.
Contohnya seperti takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, rukuk, sujud, dan tuma’ninah.
Bagian wajib harus dikerjakan.
Namun jika terlupa, kekurangannya dapat ditutupi dengan sujud sahwi.
Sunnah berfungsi menyempurnakan dan memperindah kualitas shalat.
Semakin banyak sunnah yang diamalkan, semakin sempurna pula shalat yang dikerjakan.
Takbiratul ihram merupakan pintu masuk menuju shalat.
Ucapan “Allahu Akbar” wajib dilakukan dalam posisi berdiri tegak.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mengucapkan takbir sambil bergerak turun ketika terlambat mengikuti imam.
Padahal takbiratul ihram harus dilakukan secara sempurna sebelum berpindah ke gerakan berikutnya.
Adapun mengangkat kedua tangan termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.
Membaca Al-Fatihah merupakan rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan.
Karena itu, setiap muslim perlu memastikan bacaannya benar.
Kesalahan dalam pengucapan huruf tertentu dapat mengubah makna ayat.
Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk menyetorkan bacaan Al-Fatihah kepada guru ngaji agar dapat diperbaiki jika masih terdapat kesalahan.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah terburu-buru saat rukuk dan sujud.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebut orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya sebagai pencuri dalam shalat.
Mereka mencuri dari kualitas ibadahnya sendiri.
Karena itu, setiap gerakan harus dilakukan dengan tuma’ninah, yaitu tenang dan tidak tergesa-gesa.
Doa-doa dalam rukuk maupun i’tidal sebaiknya dibaca setelah posisi tubuh sempurna, bukan ketika masih bergerak.
Sujud merupakan posisi seorang hamba yang paling dekat dengan Allah.
Dalam posisi sujud:
– Dahi dan hidung harus menempel ke tempat sujud.
– Jari-jari tangan menghadap kiblat.
– Siku tidak menempel ke lantai.
– Jari-jari kaki ditekuk menghadap kiblat.
– Tumit dirapatkan.
Semakin sesuai gerakan sujud dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, semakin sempurna pula kualitas shalat seseorang.
Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Ammi menekankan pentingnya menjauhi sikap berlebihan dalam urusan najis.
Apabila seseorang hanya ragu apakah terkena najis atau tidak, maka hukum asalnya tetap suci.
Islam tidak mengajarkan umatnya hidup dalam ketakutan dan keraguan yang berlebihan.
Prinsip dasarnya adalah keyakinan tidak hilang hanya karena keraguan.
Banyak orang mengeluhkan sulitnya khusyuk dalam shalat.
Menurut Ustadz Ammi, khusyuk dapat dibangun secara bertahap.
Mulailah dengan memperhatikan setiap gerakan agar sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Setelah itu, pelajari arti bacaan-bacaan shalat dan renungkan maknanya.
Jangan menjadikan shalat sebagai waktu untuk memikirkan pekerjaan, bisnis, atau agenda dunia lainnya.
Semakin seseorang memahami apa yang sedang dibaca dan dilakukan, semakin mudah ia merasakan kekhusyukan.
Islam adalah agama yang realistis.
Dalam kondisi tertentu, seseorang yang memiliki tugas darurat dan tidak dapat meninggalkan pekerjaannya diberi keringanan untuk mengerjakan shalat pada waktu yang lebih sempit menjelang habisnya waktu.
Namun keringanan ini bukan alasan untuk meremehkan shalat atau menundanya tanpa kebutuhan yang benar-benar mendesak.
Menangis karena mengingat Allah, merenungi ayat Al-Qur’an, atau merasa takut kepada-Nya merupakan tanda kebaikan.
Hal tersebut justru dapat menjadi bagian dari kekhusyukan.
Namun apabila tangisan muncul karena memikirkan masalah dunia, maka sebaiknya persoalan tersebut dijadikan bahan doa ketika sujud kepada Allah.
Karena pada saat itulah seorang hamba berada dalam posisi paling dekat dengan Rabb-nya.
Shalat bukan sekadar kewajiban lima kali sehari.
Shalat adalah sarana pendidikan jiwa, sumber ketenangan, dan jalan menuju perbaikan hidup.
Ketika seseorang memperbaiki shalatnya, ia sedang memperbaiki hubungannya dengan Allah.
Dan ketika hubungan dengan Allah menjadi baik, Allah akan membimbing seluruh aspek kehidupannya menuju kebaikan.
Karena itu, sebelum sibuk memperbaiki urusan dunia, perbaikilah terlebih dahulu shalat kita.
Sebab bisa jadi banyak masalah hidup yang belum selesai bukan karena kurangnya harta atau kesempatan, melainkan karena kita belum sungguh-sungguh memperbaiki kualitas shalat di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menjaga shalat, memperbaiki shalat, dan merasakan manisnya ketenangan yang lahir dari ibadah yang benar.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
( sumber : Https://youtu.be/AVR-GYDZr9E?si=9fEJmWRjI4wL07TS | Ustad Ammi Nur Baits )
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Ibadah Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia ibadah — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Dallas, Amerika Serikat – Salah satu pertandingan paling menarik pada fase grup Piala Dunia FIFA 2026 akan tersaji ketika Timnas...
Shalat yang Baik Adalah Kunci Kebaikan Seluruh Kehidupan Banyak orang berusaha memperbaiki hidupnya dengan berbagai cara. Ada yang mengejar pendidikan...