Iran Bantah Serang UEA, Tegaskan Tidak Luncurkan Rudal atau Drone
Militer Iran dengan tegas membantah tuduhan telah melancarkan serangan udara terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan ini...
Read more
Kondisi kesehatan warga di Jalur Gaza kembali menjadi sorotan. Penyakit kulit kini menjadi ancaman serius, terutama di kamp-kamp pengungsi yang padat dan minim fasilitas sanitasi, terlebih saat suhu udara mulai meningkat memasuki musim panas.
Berdasarkan data dari badan PBB untuk pengungsi Palestina, jumlah infeksi penyakit kulit mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh kombinasi kepadatan penduduk, suhu tinggi, serta buruknya sanitasi lingkungan.
Menurut laporan lapangan, penyakit seperti kudis dan cacar air menjadi yang paling banyak menyerang, terutama pada anak-anak. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan perlengkapan medis.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa situasi di lokasi pengungsian terus memburuk. “Tim di lapangan mengatakan bahwa hama dan infeksi kulit di antara penduduk Gaza masih meningkat,” kata Stephane Dujarric.
Ia juga menambahkan bahwa pada bulan Maret, kasus infeksi kulit di kamp-kamp pengungsian meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya potensi krisis kesehatan masyarakat yang semakin serius.
Menurut warga setempat, kondisi lingkungan di kamp pengungsi sangat memprihatinkan. Fawzi al-Najjar, seorang pengungsi Palestina, menggambarkan situasi yang mereka hadapi sehari-hari. “Kami telah mencari di seluruh wilayah Jalur Gaza; wilayah itu penuh dengan pengungsi,” ujarnya.
“Ada satu juta orang yang berdesakan. Dan kami datang ke sini untuk tinggal di atas tempat pembuangan sampah. Ini masalah besar. Apa yang harus kami lakukan? Anjing, kucing, kutu, dan tikus… lihat tangan saya!” kata Fawzi.
Kekhawatiran semakin meningkat menjelang musim panas. Pengalaman pada tahun 2024 menjadi peringatan serius, ketika sedikitnya 150.000 warga Gaza dilaporkan menderita penyakit kulit akibat kondisi serupa.
Meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025, situasi belum sepenuhnya membaik. Blokade yang masih berlangsung menyebabkan pasokan peralatan medis sangat terbatas, sehingga menyulitkan penanganan kasus penyakit yang terus meningkat.
Berdasarkan keterangan dari PBB, kondisi ini berpotensi memburuk jika tidak ada penanganan serius, terutama dalam penyediaan fasilitas kesehatan, air bersih, dan sanitasi yang layak bagi para pengungsi.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
OpenAI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT 5.5 Instant. Model ini langsung menjadi model default di layanan ChatGPT,...
Apple dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah strategis baru dalam produksi chip yang digunakan pada perangkatnya. Selama ini, perusahaan tersebut sangat bergantung...