Ask.com Tutup Permanen, Jejak Pionir Chatbot AI Resmi Berakhir
Salah satu mesin pencari legendaris internet, Ask.com, resmi menghentikan layanannya pada 1 Mei 2026 setelah beroperasi selama kurang lebih tiga...
Read more
Ancaman keamanan digital kembali muncul dan menyasar pengguna Android. Kali ini, spyware bernama Morpheus dilaporkan mampu bekerja secara diam-diam untuk mengambil alih akun penting, termasuk WhatsApp, tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.
Menurut pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, Morpheus merupakan spyware Android yang diduga berasal dari Italia dan telah digunakan oleh lembaga penegak hukum serta intelijen di berbagai negara. “Morpheus adalah spyware Android yang digunakan oleh lembaga penegak hukum dan intelijen, dan sudah beroperasi di banyak negara,” ujar Alfons.
View this post on Instagram
Spyware ini disebut telah aktif di lebih dari 20 negara, meskipun targetnya bukan pengguna umum, melainkan individu tertentu dengan nilai tinggi seperti jurnalis, aktivis, hingga politisi.
Berbeda dengan malware biasa, Morpheus tidak langsung menyerang perangkat. Ia menunggu kondisi tertentu, biasanya saat ponsel korban kehilangan akses data seluler. Dalam situasi tersebut, korban akan dipancing untuk melakukan pembaruan sistem atau perbaikan jaringan.
Menurut Alfons, di sinilah jebakan terjadi. “Morpheus membutuhkan kondisi khusus, biasanya saat ponsel kehilangan akses data. Korban kemudian dipancing untuk melakukan update, padahal itu adalah spyware,” jelasnya.
File yang diunduh korban sebenarnya merupakan aplikasi berformat APK dari luar toko resmi. Hal ini memanfaatkan celah Android yang masih memungkinkan instalasi aplikasi dari sumber tidak dikenal atau side loading.
Setelah terpasang, Morpheus akan memanfaatkan fitur Accessibility Permission untuk mengakses berbagai aktivitas di perangkat. Dengan izin ini, spyware dapat membaca layar, memantau aktivitas, bahkan berinteraksi dengan aplikasi lain.
Yang paling berbahaya, Morpheus bisa menautkan perangkat baru ke akun WhatsApp korban, sehingga pelaku dapat mengendalikan akun tersebut tanpa diketahui pengguna. “Dengan memanfaatkan akses tersebut, spyware bisa membaca layar dan bahkan menautkan perangkat baru ke WhatsApp korban,” ungkap Alfons.
Meski demikian, Morpheus tergolong spyware dengan biaya rendah karena tidak menggunakan teknik canggih seperti zero click attack. Namun, efektivitasnya tetap tinggi jika digunakan untuk target tertentu.
Untuk menghindari serangan ini, pengguna Android disarankan untuk lebih waspada. Beberapa langkah penting yang bisa dilakukan antara lain tidak menginstal aplikasi dari luar Play Store, menonaktifkan izin instalasi aplikasi tidak dikenal, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp.
Selain itu, pengguna juga perlu rutin memeriksa fitur perangkat tertaut di WhatsApp guna memastikan tidak ada akses mencurigakan.
Ancaman Morpheus menjadi pengingat bahwa keamanan digital tidak hanya bergantung pada perangkat, tetapi juga pada kewaspadaan pengguna dalam menghadapi berbagai modus serangan siber yang terus berkembang.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ancaman keamanan digital kembali muncul dan menyasar pengguna Android. Kali ini, spyware bernama Morpheus dilaporkan mampu bekerja secara diam-diam untuk...
Salah satu mesin pencari legendaris internet, Ask.com, resmi menghentikan layanannya pada 1 Mei 2026 setelah beroperasi selama kurang lebih tiga...