Pemprov DKI Buka Suara Soal Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta
Rencana kenaikan tarif bus TransJakarta mulai menjadi perhatian publik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut kajian terkait penyesuaian tarif tersebut sebagai...
Read more
Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon dilaporkan meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya setelah serangan militer.
Prajurit tersebut adalah Praka Rico Pramudia berusia 31 tahun. Ia sebelumnya mengalami luka parah akibat serangan yang terjadi pada akhir Maret 2026 di wilayah Lebanon selatan.
Menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, insiden tersebut terjadi ketika sebuah peluru artileri yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel mengenai posisi pasukan UNIFIL. “Saya sedih mengetahui bahwa seorang lagi penjaga perdamaian Indonesia telah meninggal dunia akibat luka-lukanya,” kata Antonio Guterres.
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta rekan-rekan sesama penjaga perdamaian. Selain itu, ia berharap anggota lain yang terluka dapat segera pulih.
“Turut berduka cita kepada keluarga, teman, dan rekan kerja para penjaga perdamaian yang gugur, dan saya berharap pemulihan cepat bagi yang terluka,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan pihak PBB, hingga saat ini total enam personel UNIFIL telah meninggal dunia akibat berbagai insiden dalam konflik yang terjadi di Lebanon. Sejumlah lainnya juga mengalami luka serius.
Antonio Guterres menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan. Ia pun mendesak agar serangan segera dihentikan. “Serangan-serangan ini harus dihentikan,” tegasnya.
Menurut keterangan resmi UNIFIL, Praka Rico Pramudia sebelumnya terluka akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret. Ia sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Selain Praka Rico, insiden serangan di Lebanon juga telah menelan korban lain dari Indonesia. Dalam serangan yang sama, dua prajurit TNI yakni Praka Farizal Rhomadhon dan Praka Rico Pramudia dinyatakan gugur. Sementara dua prajurit lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan.
Tidak hanya itu, sehari setelah insiden tersebut, ledakan lain menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Dalam kejadian tersebut, dua prajurit TNI lainnya yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga meninggal dunia.
Dengan demikian, total korban dari pihak TNI dalam rangkaian insiden tersebut mencapai empat orang. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi besar yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia dalam misi internasional.
PBB melalui UNIFIL menyampaikan bahwa kehilangan ini merupakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban tetapi juga bagi komunitas internasional. Mereka juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.
Situasi keamanan di Lebanon hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Ketegangan antara kelompok Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel terus berlangsung, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan internasional yang berada di lapangan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah video yang memperlihatkan siswi bersikap tidak sopan terhadap guru di dalam kelas viral di media sosial dan menghebohkan publik...
Era baru aplikasi pesan instan mulai terlihat. WhatsApp kini tengah menguji layanan berlangganan opsional bernama WhatsApp Plus, yang menawarkan berbagai...