Hobi Olahraga Akhir Pekan Waspadai Bahaya Cedera Tulang Belakang
Fenomena weekend warrior, yaitu orang yang hanya berolahraga berat di akhir pekan, ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap...
Read more
Gigitan kucing sering dianggap hal kecil yang tidak perlu penanganan serius. Luka yang muncul biasanya hanya berupa titik kecil atau goresan tipis, sehingga banyak orang cukup membersihkannya sekilas lalu mengabaikannya. Padahal, kondisi ini justru bisa menyimpan risiko kesehatan yang tidak terlihat dari luar.
Menurut laporan medis, gigi kucing yang tajam mampu menembus lapisan kulit cukup dalam. Hal ini memungkinkan bakteri dari mulut kucing masuk ke jaringan tubuh tanpa disadari. Luka yang terlihat kecil di permukaan bisa menjadi pintu masuk infeksi serius di dalam kulit.
Berdasarkan data dari Medical News Today, gigitan kucing termasuk jenis luka dengan risiko infeksi tinggi. Masalah utamanya adalah luka jenis ini sulit dibersihkan secara menyeluruh. Ketika permukaan luka mulai menutup, bakteri yang terjebak di dalam bisa berkembang dan memicu infeksi.
Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menunjukkan bahwa sekitar 20 persen hingga 80 persen kasus gigitan atau cakaran kucing berujung infeksi. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan luka dari hewan lain.
Kucing diketahui membawa berbagai jenis bakteri dan mikroorganisme. Salah satu yang paling umum adalah Pasteurella multocida, yang ditemukan pada sekitar 70 hingga 90 persen kucing. Dalam kasus gigitan, sekitar 75 persen luka mengandung bakteri ini.
Infeksi biasanya muncul dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah gigitan. Gejala yang sering muncul meliputi nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan peradangan di area luka.
Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti:
Selain itu, gigitan kucing juga berpotensi menularkan beberapa penyakit lain. Berdasarkan penjelasan dari otoritas kesehatan, berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
Selain infeksi, komplikasi lain juga bisa terjadi tergantung lokasi luka. Misalnya kerusakan saraf, cedera tendon, sisa fragmen gigi di dalam luka, hingga bekas luka permanen.
Penanganan awal sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih serius. Ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah berikut setelah tergigit kucing:
Banyak orang menunda ke dokter karena luka terlihat kecil. Padahal, tindakan ini bisa memperbesar risiko infeksi.
Segera periksa ke tenaga medis jika mengalami kondisi berikut:
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar kasus gigitan kucing dapat diatasi, biasanya dengan pemberian antibiotik. Namun, risiko tetap ada jika luka diabaikan sejak awal.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...