Bahaya Gigitan Kucing yang Sering Diremehkan Ini Risiko Kesehatannya

Gigitan kucing tampak ringan tapi berisiko infeksi serius. Simak penjelasan medis dan langkah penanganan yang tepat agar tidak berbahaya. (Foto: Pinterest)

Gigitan kucing tampak ringan tapi berisiko infeksi serius

Gigitan kucing sering dianggap hal kecil yang tidak perlu penanganan serius. Luka yang muncul biasanya hanya berupa titik kecil atau goresan tipis, sehingga banyak orang cukup membersihkannya sekilas lalu mengabaikannya. Padahal, kondisi ini justru bisa menyimpan risiko kesehatan yang tidak terlihat dari luar.

Menurut laporan medis, gigi kucing yang tajam mampu menembus lapisan kulit cukup dalam. Hal ini memungkinkan bakteri dari mulut kucing masuk ke jaringan tubuh tanpa disadari. Luka yang terlihat kecil di permukaan bisa menjadi pintu masuk infeksi serius di dalam kulit.

Berdasarkan data dari Medical News Today, gigitan kucing termasuk jenis luka dengan risiko infeksi tinggi. Masalah utamanya adalah luka jenis ini sulit dibersihkan secara menyeluruh. Ketika permukaan luka mulai menutup, bakteri yang terjebak di dalam bisa berkembang dan memicu infeksi.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menunjukkan bahwa sekitar 20 persen hingga 80 persen kasus gigitan atau cakaran kucing berujung infeksi. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan luka dari hewan lain.

Risiko Infeksi dan Penyakit dari Gigitan Kucing

Kucing diketahui membawa berbagai jenis bakteri dan mikroorganisme. Salah satu yang paling umum adalah Pasteurella multocida, yang ditemukan pada sekitar 70 hingga 90 persen kucing. Dalam kasus gigitan, sekitar 75 persen luka mengandung bakteri ini.

Infeksi biasanya muncul dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah gigitan. Gejala yang sering muncul meliputi nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan peradangan di area luka.

Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti:

  • Selulitis, yaitu infeksi kulit yang lebih dalam
  • Abses, berupa penumpukan nanah
  • Sepsis, infeksi yang menyebar ke aliran darah meski jarang terjadi

Selain itu, gigitan kucing juga berpotensi menularkan beberapa penyakit lain. Berdasarkan penjelasan dari otoritas kesehatan, berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

  • Cat scratch disease
    Disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Gejalanya muncul dalam 1 hingga 3 minggu, seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Rabies
    Risiko ini lebih kecil pada kucing peliharaan yang telah divaksin, namun tetap ada terutama pada kucing liar.
  • Tetanus
    Luka gigitan bisa menjadi jalur masuk bakteri penyebab tetanus jika tidak ditangani dengan baik.
  • Infeksi jamur (sporotrichosis)
    Dalam beberapa kasus, gigitan atau cakaran kucing dapat menyebabkan infeksi jamur pada kulit.

Selain infeksi, komplikasi lain juga bisa terjadi tergantung lokasi luka. Misalnya kerusakan saraf, cedera tendon, sisa fragmen gigi di dalam luka, hingga bekas luka permanen.

Langkah Penanganan Awal yang Disarankan

Penanganan awal sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih serius. Ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah berikut setelah tergigit kucing:

  • Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama minimal 5 menit
  • Jangan langsung menutup luka agar tidak menjebak bakteri di dalam
  • Segera cari pertolongan medis untuk evaluasi lebih lanjut

Banyak orang menunda ke dokter karena luka terlihat kecil. Padahal, tindakan ini bisa memperbesar risiko infeksi.

Segera periksa ke tenaga medis jika mengalami kondisi berikut:

  • Luka dalam atau sulit dibersihkan
  • Muncul kemerahan, bengkak, atau nyeri
  • Mengalami demam atau merasa tidak enak badan
  • Tidak mengetahui status vaksin rabies pada kucing
  • Sudah lebih dari 5 tahun sejak vaksin tetanus terakhir

Dengan penanganan yang cepat dan tepat, sebagian besar kasus gigitan kucing dapat diatasi, biasanya dengan pemberian antibiotik. Namun, risiko tetap ada jika luka diabaikan sejak awal.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED