Polemik Rating Game IGRS Komdigi Dinilai Tak Akurat Ini Penjelasan Resminya

Komdigi menanggapi polemik rating game IGRS yang dinilai tidak akurat dan berpotensi menyesatkan pengguna terutama anak anak.

Komdigi menanggapi polemik rating game IGRS yang dinilai tidak akurat dan berpotensi menyesatkan pengguna terutama anak anak

Perdebatan soal rating game IGRS (Indonesia Game Rating System) kembali mencuat di kalangan gamer Indonesia. Sistem klasifikasi usia ini menjadi sorotan karena dinilai tidak akurat dan berpotensi menyesatkan pengguna, terutama dalam menentukan batas usia pemain.

Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi akhirnya angkat bicara. Menurut Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, label rating yang muncul di sejumlah platform distribusi game digital tidak berasal dari proses resmi pemerintah.

Menurut Sonny, label tersebut berasal dari mekanisme internal platform atau self declare, bukan hasil verifikasi resmi dari sistem IGRS.

“Label yang hadir pada platform distribusi game digital bukan melalui proses verifikasi resmi. Semua berasal dari self declare dari mekanisme internal platform tersebut,” kata Sonny.

Ia menyoroti salah satu platform besar, yakni Steam, yang diduga menampilkan label rating yang tidak sesuai standar nasional. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat.

Komdigi Akan Klarifikasi dan Evaluasi Sistem Rating

Komdigi menyatakan akan segera meminta klarifikasi dari pihak Steam terkait dugaan pelabelan yang tidak akurat tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh informasi yang disajikan kepada publik benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sonny.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal kepatuhan regulasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak dari konten yang tidak sesuai usia.

Menurut Komdigi, penggunaan label IGRS tanpa verifikasi resmi berpotensi melanggar sejumlah aturan, antara lain:

  • UU ITE hasil revisi (UU No. 1 Tahun 2024)
  • Permenkominfo No. 2 Tahun 2024
  • Permenkominfo No. 5 Tahun 2020

Jika terbukti melanggar, pemerintah membuka kemungkinan untuk mengambil langkah administratif terhadap platform terkait.

Di sisi lain, Komdigi juga mengakui bahwa sistem IGRS masih perlu penyempurnaan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian adalah mekanisme verifikasi dan pengawasan agar lebih akurat dan transparan.

Untuk itu, pemerintah membuka ruang partisipasi publik dengan mengajak masyarakat melaporkan ketidaksesuaian rating melalui kanal resmi seperti helpdesk IGRS.

Menurut Sonny, langkah ini penting agar sistem klasifikasi game di Indonesia dapat berjalan lebih baik dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, sistem rating game memang menjadi perhatian penting, terutama karena berkaitan dengan perlindungan anak di ruang digital. Ketidaksesuaian label usia dapat membuat anak mengakses konten yang seharusnya tidak mereka konsumsi.

Dengan adanya evaluasi dari Komdigi, diharapkan sistem IGRS dapat menjadi acuan yang lebih kredibel bagi industri game dan masyarakat luas.

Referensi:
Bloomberg Technoz

📚 ️Baca Juga Seputar Game

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉

Kumpulan Artikel dan Berita Game Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia game — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED