KDM Datangi Rumah Duka Karyawati KompasTV Korban Tabrakan KRL di Bekasi
Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhynna, karyawati KompasTV yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan...
Read more
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan atau OTT di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono turut diamankan bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa para pihak yang diamankan telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
Menurut Budi, total 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut telah tiba di Jakarta sejak dini hari.
“13 orang di antaranya dibawa ke Jakarta. Para pihak yang dibawa tersebut yaitu Bupati, Sekda, dan para struktural pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap,” kata Budi Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa rombongan tersebut tiba di gedung KPK sekitar pukul 02.35 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
“Tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 02.35 WIB. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Budi.
Sebelum dibawa ke Jakarta, Bupati Syamsul Auliya Rachman sempat diamankan dan menjalani pemeriksaan awal oleh tim KPK di Polresta Banyumas.
Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK ini diduga berkaitan dengan kasus suap proyek pembangunan di Kabupaten Cilacap.
Menurut keterangan resmi KPK, terdapat dugaan penerimaan sejumlah uang oleh pihak kepala daerah yang berkaitan dengan proyek di lingkungan pemerintah kabupaten.
“Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Budi Prasetyo.
Sebelumnya, Bupati Syamsul terlihat keluar dari gedung Satreskrim Polresta Banyumas pada Jumat malam sekitar pukul 21.12 WIB. Saat itu ia terlihat mengenakan masker hijau, kemeja putih lengan panjang, serta celana hitam.
Bupati Cilacap tersebut tidak memberikan komentar kepada awak media yang menunggu di lokasi. Ia memilih langsung berjalan bersama sejumlah penyidik KPK menuju kendaraan yang telah disiapkan.
Selain Syamsul Auliya, Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono juga terlihat bersama rombongan pejabat organisasi perangkat daerah atau OPD yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
Dari Banyumas, rombongan kemudian dibawa menuju Stasiun Purwokerto untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pihak yang diamankan sempat menunggu di ruang tunggu VIP sebelum akhirnya berangkat menggunakan kereta api Purwojaya sekitar pukul 21.37 WIB menuju ibu kota.
KPK sebelumnya mengungkapkan bahwa total 27 orang sempat diamankan dalam operasi tangkap tangan di wilayah Cilacap. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan awal, hanya sebagian pihak yang kemudian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Sesuai prosedur penanganan perkara, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Selama proses itu berlangsung, para pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa hingga penyidik memutuskan apakah mereka akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pejabat tinggi di pemerintahan daerah dan diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proyek pembangunan daerah.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aparat kepolisian Jerman melakukan operasi besar-besaran terhadap geng motor Hells Angels yang berbasis di Leverkusen. Langkah tegas ini diambil setelah...
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi internal Iran. Di...