Akses Tol Slipi Ditutup Sementara Imbas Demo Buruh May Day di DPR
Akses keluar Tol Slipi pada KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol ditutup sementara pada Jumat siang. Penutupan ini...
Read more![01kkedczngewym3mkh9egk8hf2[1]](https://www.trenmedia.co.id/wp-content/uploads/2026/03/01kkedczngewym3mkh9egk8hf21.jpg)
Kasus peredaran makanan berbahaya kembali terungkap di Jawa Tengah. Aparat kepolisian berhasil membongkar sebuah pabrik mi yang menggunakan formalin sebagai bahan tambahan dalam proses produksinya di Kabupaten Boyolali.
Pengungkapan ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah setelah menerima laporan mengenai peredaran mi yang diduga mengandung formalin di sejumlah pasar wilayah Solo dan sekitarnya.
Menurut Kombes Pol Djoko Julianto selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait produk mi yang mencurigakan.
“Bermula dari adanya laporan peredaran mi berformalin di sejumlah pasar di wilayah Solo dan sekitarnya,” kata Djoko Julianto saat memberikan keterangan di Semarang.
Setelah melakukan penyelidikan, petugas kemudian menemukan dua lokasi yang berkaitan dengan produksi mi tersebut di wilayah Kabupaten Boyolali.
Menurut Djoko Julianto, lokasi pertama yang ditemukan polisi berada di Kecamatan Cepogo yang digunakan sebagai tempat produksi mi.
Sementara itu, lokasi kedua berada di Kecamatan Mojosongo, yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan mi sebelum diedarkan ke pasar.
“Lokasi pertama di Kecamatan Cepogo yang menjadi tempat produksi, lokasi kedua di Kecamatan Mojosongo yang merupakan gudang penyimpanan,” kata Djoko Julianto, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah.
Dalam penggerebekan di dua lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup besar.
Petugas menemukan ratusan liter formalin yang digunakan dalam proses produksi. Selain itu, polisi juga menyita 25 karung mi siap edar dengan total berat sekitar 1 ton.
Dalam kasus ini, aparat kepolisian juga menangkap seorang pria berinisial WH (38) yang merupakan warga Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Ia diduga sebagai pemilik usaha sekaligus pihak yang menjalankan produksi mi berformalin tersebut.
Menurut hasil penyelidikan, pelaku mencampurkan 1 liter formalin ke dalam 100 kilogram adonan mi saat proses pembuatan.
Praktik tersebut sangat berbahaya karena formalin merupakan bahan kimia beracun yang dilarang keras digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 22 Tahun 2022, formalin termasuk dalam kategori bahan tambahan pangan yang dilarang karena berisiko tinggi terhadap kesehatan manusia.
Zat ini umumnya digunakan sebagai bahan pengawet mayat atau pengawet bahan industri, sehingga tidak boleh digunakan dalam makanan yang dikonsumsi masyarakat.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi juga menemukan bahwa praktik ilegal tersebut ternyata telah berlangsung cukup lama.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, usaha produksi mi berformalin ini sudah berjalan sejak tahun 2019 dan produknya dipasarkan di wilayah Solo serta daerah sekitarnya.
Akibat perbuatannya, tersangka kini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pangan yang mengatur larangan penggunaan bahan berbahaya dalam makanan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk makanan yang beredar di pasar.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabel charger sering kali menjadi perangkat yang kurang mendapat perhatian dalam penggunaan sehari-hari. Padahal, fungsinya sangat penting untuk menjaga daya...
Banyak pengguna mengira bahwa saat HP Android mulai lemot, satu-satunya solusi adalah mengganti perangkat baru. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya...