Trump Ungkap Opsi Keras atau Damai dalam Konflik AS dan Iran
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memiliki dua opsi utama dalam menghadapi konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah...
Read more
Selat Hormuz kembali menjadi titik panas konflik setelah militer Amerika Serikat mengklaim menghancurkan sejumlah kapal milik Iran yang diduga digunakan untuk menyebarkan ranjau laut.
Menurut pernyataan resmi dari United States Central Command, pasukan AS menghancurkan kapal-kapal tersebut pada Selasa, 10 Maret waktu setempat. Operasi ini dilakukan setelah muncul laporan intelijen bahwa Iran memasang ranjau di jalur laut vital tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Komando Pusat AS menyebut pasukan mereka menargetkan kapal militer Iran yang berada di sekitar perairan strategis tersebut.
“Pasukan AS melenyapkan beberapa kapal angkatan laut Iran pada 10 Maret, termasuk kapal penyebar ranjau di dekat Selat Hormuz,” demikian keterangan Komando Pusat Amerika Serikat.
Video yang diunggah bersama pernyataan itu memperlihatkan sejumlah kapal yang terkena proyektil sebelum akhirnya meledak di laut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan Iran terkait kemungkinan konsekuensi militer jika benar memasang ranjau di jalur pelayaran tersebut.
Peringatan itu muncul setelah pemerintah Iran menyatakan tidak akan membiarkan minyak dari kawasan Teluk melewati Selat Hormuz selama konflik berlangsung.
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menegaskan bahwa langkah tersebut akan memicu respons militer serius dari Washington.
“Jika karena alasan apa pun ranjau ditempatkan dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump.
Namun ia juga menambahkan bahwa situasi dapat mereda jika Iran memilih mencabut ranjau yang diduga telah dipasang.
“Jika mereka menyingkirkan apa yang mungkin telah ditempatkan, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar,” tambahnya.
Trump juga menyatakan bahwa militer AS siap menggunakan sistem senjata yang sebelumnya dipakai untuk menghancurkan kapal-kapal penyelundup narkoba di perairan Amerika Latin guna menghancurkan kapal penebar ranjau.
“Mereka akan ditangani dengan cepat dan keras. Waspada!” tulisnya.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi global. Hampir seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Menurut laporan intelijen yang dikutip sejumlah sumber internasional, aktivitas pemasangan ranjau laut oleh Iran membuat lalu lintas kapal tanker minyak di kawasan itu praktis terhenti.
Ketegangan yang meningkat di wilayah ini juga memicu kekhawatiran pasar energi global karena gangguan pada Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi internasional.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya...
Kabar penting bagi pemilik Surat Izin Mengemudi atau Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya baru saja habis. Dalam kondisi tertentu,...