KDM Datangi Rumah Duka Karyawati KompasTV Korban Tabrakan KRL di Bekasi
Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhynna, karyawati KompasTV yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan...
Read more
Kasus kematian seorang remaja di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diduga terkena tembakan polisi saat pembubaran tawuran kembali menjadi sorotan publik. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat luka tembak yang menembus tubuhnya.
Remaja bernama Betrand Eka Prasetyo (18) dilaporkan tewas setelah terkena tembakan dari senjata api milik seorang anggota polisi berpangkat Iptu saat proses pembubaran tawuran remaja yang menggunakan senjata mainan berpeluru jeli.
Menurut anggota Kompolnas, Choirul Anam, hasil pemeriksaan terhadap jenazah menunjukkan adanya luka tembak yang masuk dan keluar dari tubuh korban.
“Ada luka akibat tembakan, peluru masuk dan peluru keluar itu ada. Selain itu, memar di wajah tidak ada,” kata Choirul Anam di Makassar, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan bahwa Kompolnas telah melihat kondisi jenazah korban secara langsung sebelum dilakukan tindakan lanjutan oleh tim medis.
Menurut Choirul Anam, pihaknya juga menerima keterangan dari dokter forensik yang memastikan bahwa tidak ditemukan luka lain di tubuh korban selain luka akibat tembakan.
“Ini kami pastikan. Kami melihat utuh jenazah sebelum diapa-apakan, dan kami juga mendapatkan informasi dari dokter bahwa tidak ada memar dan tidak ada luka lain. Artinya hanya luka tembakan di tubuh korban saja,” ujarnya.
Anam menambahkan bahwa dalam ilmu medis terdapat perbedaan antara lebam dan memar pada jenazah. Lebam biasanya muncul setelah seseorang meninggal beberapa waktu.
Berdasarkan keterangan dokter forensik tersebut, Kompolnas menyimpulkan bahwa tidak ada tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain luka tembak.
“Itu penting untuk memastikan kondisi jenazah apakah mengalami luka lainnya atau hanya luka tembakan. Sepanjang yang kami dapatkan memang hanya luka tembakan,” jelasnya.
Selain mengusut penyebab kematian korban, Kompolnas juga telah bertemu dengan pihak keluarga Betrand. Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban meminta agar proses hukum berjalan secara transparan dan terbuka.
Menurut Choirul Anam, permintaan tersebut telah direspons dengan langkah penegakan hukum yang sedang berjalan.
“Kemarin kami juga sudah bertemu dengan pihak keluarga. Mereka berharap proses penegakan hukum tetap berjalan dan itu sudah dijawab, salah satunya dengan proses hukum berjalan karena statusnya sudah tersangka,” kata Anam.
Kasus kematian Betrand juga memicu aksi unjuk rasa mahasiswa di Makassar. Demonstrasi yang berlangsung di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan AP Pettarani sempat memanas hingga terjadi bentrok dengan pengemudi ojek online.
Aksi tersebut awalnya dilakukan mahasiswa dengan membakar ban bekas dan memblokade jalan. Situasi ini menyebabkan kemacetan panjang, terutama saat mendekati waktu berbuka puasa.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menjelaskan bahwa kericuhan dipicu oleh perselisihan antara demonstran dan seorang pengemudi ojek online yang melintas di lokasi.
“Tadi ada unjuk rasa mahasiswa di depan kampus UNM, kemudian mereka bakar ban dan memblokade jalan. Saat itu masyarakat sedang bersiap berbuka puasa dan ada ojol yang lewat,” kata Arya.
Keributan mulai terjadi ketika sepeda motor pengemudi ojek online tersebut diduga dirusak oleh massa aksi.
“Nah kebetulan pas ojolnya lewat ini ada perselisihan paham sampai motornya dirusak. Ini kemudian memicu solidaritas dari teman-teman ojol yang ada di sini,” ujarnya.
Insiden tersebut membuat sejumlah pengemudi ojek online mendatangi lokasi aksi hingga masuk ke area kampus UNM. Situasi sempat memanas sebelum aparat keamanan turun tangan.
Petugas gabungan dari kepolisian dan TNI langsung melakukan pengamanan di lokasi serta berupaya menenangkan massa secara persuasif agar situasi kembali kondusif.
Menurut Arya Perdana, hingga saat itu pihaknya masih mendata kemungkinan adanya korban dalam peristiwa bentrokan tersebut.
Situasi di sekitar kampus UNM setelah kejadian dilaporkan masih dijaga ketat oleh aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Aparat kepolisian Jerman melakukan operasi besar-besaran terhadap geng motor Hells Angels yang berbasis di Leverkusen. Langkah tegas ini diambil setelah...
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi internal Iran. Di...