Pasar LCGC Tertekan Mobil Listrik China, Gaikindo Soroti Arah Baru Industri

Penjualan mobil LCGC turun tajam pada 2025. Gaikindo menilai mobil listrik murah dan kondisi ekonomi jadi faktor utama. (Foto: Shutterstock/haryanta.p)
Penjualan mobil LCGC turun tajam pada 2025. Gaikindo menilai mobil listrik murah dan kondisi ekonomi jadi faktor utama. (Foto: Shutterstock/haryanta.p)

Penjualan mobil LCGC turun tajam pada 2025

Penjualan mobil low cost green car (LCGC) di Indonesia mengalami tekanan serius sepanjang 2025. Segmen yang selama ini dikenal sebagai mobil terjangkau bagi pembeli pertama itu mencatat penurunan cukup dalam, seiring melemahnya kondisi ekonomi nasional dan semakin agresifnya kehadiran mobil listrik murah di pasar domestik.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil LCGC sepanjang 2025 hanya mencapai 130.799 unit. Angka tersebut turun sekitar 27 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang masih berada di level 178.726 unit.

Tren penurunan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2024, penjualan LCGC tercatat turun sekitar 10 persen dibandingkan 2023. Padahal, pada 2023 lalu, segmen ini hampir menembus angka 200 ribu unit, tepatnya 198.564 unit. Penurunan beruntun ini menandakan adanya perubahan besar di preferensi konsumen otomotif Indonesia.

Menurut Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memukul penjualan LCGC. Segmen ini menyasar pembeli mobil pertama yang sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi.

“Jadi xEV atau kendaraan elektrifikasi kita sudah 16 persen lebih dan tentunya ini karena pasarnya yang tumbuh, maka makan dari konvensional. Yang kemakan adalah dari LCGC dan juga konvensional non-LCGC. Kita lihat turun menjadi 83 persen,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Mobil Listrik Murah Ubah Peta Persaingan

Selain faktor ekonomi, kehadiran mobil listrik murah asal China juga disebut menjadi pemicu utama tergerusnya pasar LCGC. Sejumlah model mobil listrik kini ditawarkan dengan harga di bawah Rp 200 juta, rentang yang sebelumnya menjadi wilayah nyaman bagi LCGC berbasis mesin bensin atau internal combustion engine (ICE).

Pilihan konsumen pun semakin beragam. Dengan selisih harga yang semakin tipis, sebagian calon pembeli mulai mempertimbangkan kendaraan listrik yang menawarkan biaya operasional lebih rendah serta citra teknologi yang lebih modern.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menilai pergeseran tren ke arah kendaraan listrik merupakan hal yang tidak bisa dihindari oleh industri otomotif global, termasuk di Indonesia.

“Masyarakat sekarang punya banyak pilihan. Merek banyak, tipe mobilnya juga banyak. Sekarang kalau LCGC, dia harus punya ide baru,” kata Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo, saat ditemui wartawan di Jakarta.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED