Tekan Harga dan Genjot Pasar, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tanpa PPnBM
Beban pajak yang tinggi dinilai menjadi salah satu penyebab harga mobil baru di Indonesia melambung. Karena itu, muncul usulan agar...
Read more
Cuaca hujan yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan. Air hujan yang menempel di bodi mobil tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak tampilan dan kualitas cat. Oleh karena itu, memahami waktu yang tepat mencuci mobil saat musim hujan menjadi hal penting untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima.
Berdasarkan penjelasan dari pelaku industri otomotif, air hujan mengandung zat tertentu seperti garam dan mineral yang dapat meninggalkan residu pada permukaan bodi mobil. Jika dibiarkan terlalu lama, sisa air hujan tersebut bisa membuat cat mobil tampak kusam, tidak berkilau, bahkan memicu munculnya karat di beberapa bagian tertentu.
Menurut praktisi perawatan kendaraan, mobil yang sering digunakan saat hujan sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk dibersihkan. Semakin cepat mobil dibersihkan setelah terkena hujan, semakin kecil risiko kerusakan pada lapisan cat dan komponen logam.
Langkah paling praktis dan aman setelah mobil digunakan menerabas hujan adalah dengan membilas bodi menggunakan air bersih. Proses ini bertujuan menghilangkan sisa air hujan dan kotoran yang menempel tanpa harus langsung mencuci dengan sabun.
Berdasarkan panduan perawatan kendaraan, mobil sebaiknya dibilas hingga seluruh kotoran luruh dengan sendirinya. Pemilik kendaraan tidak disarankan langsung mengusap bodi dengan kain atau spons sebelum kotoran rontok seluruhnya, karena partikel kecil yang menempel bisa menyebabkan baret halus.
Jika pembilasan tidak segera dilakukan, efek yang paling sering muncul adalah bercak deposit air pada bodi mobil. Noda ini tidak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga bisa sulit dibersihkan jika sudah mengering terlalu lama.
Setelah proses bilas selesai, mobil sebaiknya tidak langsung dilap. Hal ini bertujuan mencegah risiko goresan akibat sisa pasir atau kotoran padat berukuran kecil yang masih menempel di permukaan cat.
Berdasarkan data dari Auto2000, waktu terbaik untuk mencuci mobil adalah di bawah pukul 08.00 pagi atau di atas pukul 17.00 sore. Waktu tersebut dipilih untuk menghindari paparan sinar matahari langsung yang bisa membuat sisa air cucian mengering terlalu cepat dan meninggalkan kerak pada bodi.
Selain memperhatikan waktu, pemilik kendaraan juga disarankan tidak menunggu mobil terlalu kotor untuk dicuci. Idealnya, mobil dicuci secara rutin minimal satu kali dalam sepekan. Mobil yang jarang dibersihkan berisiko mengalami penurunan tingkat kecerahan cat.
Sebagai contoh, mobil dengan warna putih memiliki kelemahan mudah menguning jika jarang dicuci. Perubahan warna ini tentu dapat mengurangi nilai estetika kendaraan dan membuat tampilannya terlihat lebih kusam.
Perawatan rutin dengan mencuci mobil pada waktu yang tepat tidak hanya menjaga tampilan, tetapi juga membantu memperpanjang usia cat dan mencegah kerusakan jangka panjang akibat paparan air hujan.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Mobil Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia mobil — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...