Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Hingga Kamis, total delapan jenazah korban telah berhasil ditemukan, dengan dua di antaranya sudah teridentifikasi secara resmi.
Berdasarkan keterangan Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, dua jenazah yang telah teridentifikasi adalah pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan bernama Deden Maulana. Selain itu, tim juga menemukan sejumlah bagian tubuh manusia yang saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification atau DVI.
“Kita bersyukur sudah delapan korban ditemukan dan satu tulang. Mudah-mudahan jumlahnya bisa bertambah, sehingga seluruh korban dapat ditemukan,” kata Dody Triyo Hadi, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin.
Evakuasi Terkendala Medan Curam dan Cuaca
Menurut Dody, enam korban lainnya ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari titik penemuan jenazah pertama. Lokasi penemuan berada kurang lebih 250 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung, dengan sebagian jenazah ditemukan di sisi selatan lereng gunung.
Tim SAR gabungan saat ini masih fokus mengevakuasi jenazah menuju puncak gunung dengan menggunakan metode jetring, teknik pengangkatan vertikal yang memerlukan kehati-hatian tinggi. Metode tersebut sebelumnya telah digunakan saat mengevakuasi korban kedua dan dinilai efektif di medan terjal.
“Kita doakan bersama prosesnya bisa berjalan lancar sehingga seluruh jenazah dapat diangkat menuju puncak. Dari puncak nanti akan dievakuasi ke posko, lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Dody.
Ia menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan adalah kondisi medan yang curam, proses memasukkan jenazah ke dalam kantong, serta cuaca yang tidak selalu bersahabat. Selain itu, kondisi jenazah yang telah berada di lokasi selama enam hari membuat proses identifikasi awal menjadi sulit.
Untuk mempercepat pencarian korban yang masih belum ditemukan, tim SAR mengubah strategi operasi. Jika sebelumnya tim kembali ke posko setiap hari, kini pergerakan di lapangan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan ransum logistik yang telah disiapkan.
“Kita bagi sektor pencarian dari sektor 1 sampai 8 dengan kode warna berbeda. Tujuannya agar jenazah yang berdekatan lokasinya bisa ditemukan lebih cepat,” kata Dody.
Referensi: CNN Indonesia