Trump Sebut Kesepakatan Damai AS Iran Kian Dekat Menuju Final
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya kini berada di tahap akhir menuju kesepakatan damai dengan Iran. Pernyataan ini...
Read more
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat setelah pemerintah Thailand menuduh Phnom Penh menggunakan situs cagar budaya di perbatasan sebagai pos logistik dan instalasi militer. Tuduhan ini disampaikan oleh Kolonel Richa Suksuwanon, Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand, dalam konferensi pers pada Kamis 11 Desember.
Menurut Richa, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah foto dan rekaman video yang diduga menunjukkan tentara Kamboja menempatkan senjata, logistik, dan fasilitas komando di area situs peninggalan sejarah. “Kami sedang mengumpulkan bukti melalui foto dan video yang menunjukkan bahwa Kamboja menggunakan situs-situs tersebut sebagai benteng maupun gudang senjata dalam operasi mereka,” kata Richa.
Richa menegaskan bahwa lokasi arkeologi, termasuk situs warisan budaya, tidak boleh menjadi target serangan. Namun, ia menambahkan bahwa Thailand akan mengambil langkah defensif apabila area-area tersebut dipakai untuk operasi yang dinilai mengancam prajurit maupun warga sipil Thailand. “Ketika kami mendapati Kamboja menggunakan area-area ini sebagai instalasi militer, gudang senjata, pos komando, maupun fasilitas penyimpanan peralatan penting, dan mereka menggunakannya untuk menyerang kami sehingga menyebabkan kerugian bagi personel kami serta berdampak pada warga sipil, prinsip kami adalah membela diri,” ujar Richa.
Menurut Richa, tindakan defensif yang dimaksud masih berada dalam koridor hukum internasional. Ia menyatakan bahwa komunitas internasional diyakini akan memahami posisi Thailand jika negara tersebut terpaksa melakukan respons militer.
Selain pengumpulan bukti, Thailand juga bersiap menghadapi kemungkinan Kamboja menuduh pihaknya merusak situs budaya di perbatasan. Konflik narasi ini muncul seiring eskalasi militer yang terjadi sejak awal minggu.
Berdasarkan data UNESCO, organisasi tersebut telah memberikan peringatan kepada Thailand dan Kamboja untuk menghindari tindakan yang dapat merusak Kuil Preah Vihear, salah satu situs warisan dunia di kawasan perbatasan. UNESCO mengingatkan bahwa baku tembak berulang di area tersebut dapat membahayakan kelestarian bangunan bersejarah itu.
Ketegangan terbaru pecah pada Senin 8 Desember setelah Thailand menyatakan seorang prajuritnya tewas dalam insiden baku tembak. Insiden tersebut memicu respons cepat dari Bangkok yang kemudian mengerahkan jet tempur untuk menyerang instalasi militer Kamboja. Di sisi lain, pasukan Kamboja membalas dengan menembakkan roket BM-21, termasuk ke area permukiman sipil.
Berdasarkan data dari otoritas Thailand hingga Rabu 10 Desember siang, sembilan prajurit Thailand dilaporkan tewas dan lebih dari 120 orang mengalami luka akibat konflik. Korban sipil di Thailand mencapai tiga orang.
Sementara itu, Kamboja juga mengalami kerugian besar. Menurut laporan resmi Phnom Penh, korban sipil tewas mencapai 10 orang dan sekitar 60 lainnya mengalami luka.
Eskalasi ini dianggap sebagai salah satu yang paling serius dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara. Selain memicu krisis kemanusiaan lokal, situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran global mengingat lokasi konflik berada dekat situs budaya yang dilindungi dunia.
Referensi: CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan puing helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air setelah melakukan pencarian intensif di wilayah Kabupaten...
Sebuah rekaman video memperlihatkan dua sejoli diduga bermesraan di dalam kedai Es Teh Indonesia cabang Kibin, dan menjadi perbincangan di...