Terungkap Alasan Kenapa Semakin Tua Semakin Sulit Tidur Nyenyak
Perubahan usia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi pola tidur. Banyak orang mulai merasakan bahwa semakin bertambah...
Read more
Kanker payudara masih menjadi jenis kanker paling banyak dialami perempuan di Indonesia. Meski begitu, perkembangan teknologi medis kini membuat deteksi dan terapi kanker payudara semakin akurat dan personal.
Menurut dr. Rosary, General Practitioner Breast Cancer Care Alliance di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, setiap langkah pengobatan kanker payudara harus melalui pemeriksaan menyeluruh agar terapi yang diberikan sesuai kondisi pasien.
Jika pasien mengalami gejala mencurigakan seperti benjolan di payudara, perubahan bentuk, atau nyeri tidak biasa, langkah pertama yang disarankan adalah pemeriksaan USG dan mamografi.
“Apabila ditemukan risiko fisik dan faktor risiko pasien dinilai tinggi, maka akan disarankan untuk USG payudara dan mamografi,” kata dr. Rosary dalam acara media edukasi MRCCC Siloam Hospitals.
Hasil pemeriksaan akan dibaca oleh dokter radiologi dan diklasifikasikan melalui sistem BI-RADS (Breast Imaging Reporting and Data System). Sistem ini membantu dokter menentukan apakah benjolan yang muncul bersifat jinak atau ganas.
“BI-RADS ini merupakan hasil analisis radiologi. Dokter akan membaca hasil mamografi dan USG, kemudian mengelompokkan berdasarkan golongan BI-RADS untuk menentukan arah diagnosis,” jelasnya.
Setelah tahapan radiologi, pasien perlu menjalani pemeriksaan jaringan oleh dokter patologi guna memastikan jenis sel tumor yang ditemukan. Langkah ini krusial karena menentukan apakah tumor tersebut jinak atau ganas.
“Apabila seseorang sudah terdiagnosa, maka dilakukan tes penunjang untuk menentukan sifat tumor tersebut. Jika jinak, biasanya dilakukan pembedahan,” ujar dr. Rosary.
Perlu diketahui bahwa tumor dan kanker payudara tidak selalu sama. Tumor menggambarkan pertumbuhan jaringan yang tidak normal dan bisa bersifat jinak (nonkanker) atau ganas (kanker).
Pada kasus tumor jinak, pertumbuhan sel terjadi secara lokal dan tidak menyebar ke jaringan lain. Sedangkan kanker payudara ditandai oleh pertumbuhan sel abnormal yang menyebar dan merusak jaringan tubuh lain, sehingga lebih berbahaya.
Menurut dr. Rosary, hasil pemeriksaan radiologi menjadi dasar dalam menentukan tindakan bedah.
“Bedah merupakan pilihan utama untuk tumor payudara, baik jinak maupun ganas,” katanya.
Langkah berikutnya adalah menentukan stadium kanker, yang menjadi dasar arah terapi. Tiap stadium menunjukkan tingkat penyebaran dan keparahan penyakit.
“Pemeriksaan stadium akan menentukan arah terapi. Apakah pasien perlu bedah langsung, kemoterapi terlebih dahulu, atau radiasi sebelum tindakan bedah,” ungkap dr. Rosary.
Kini, perkembangan teknologi memungkinkan dokter memberikan terapi kanker payudara secara personal berdasarkan kondisi molekuler pasien.
“Di MRCCC kami sudah dapat melakukan pembedahan imunohistokimia dan molekuler diagnostik hingga pemeriksaan genetik. Dengan begitu, terapi bisa ditargetkan sesuai jenis kanker payudara,” kata dr. Rosary.
Selain itu, fasilitas kesehatan khusus kanker seperti MRCCC juga telah menyediakan berbagai jenis terapi lengkap, termasuk perawatan paliatif untuk pasien stadium lanjut agar kualitas hidup tetap terjaga.
Referensi: Kompas Health
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...