Libur Waisak 2026, CFD Jakarta Ditiadakan pada Minggu 31 Mei
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) pada Minggu 31 Mei...
Read more
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Rabu (29/10/2025) dini hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan dua kali guguran lava pijar yang mengarah ke sektor tenggara, tepatnya ke wilayah Besuk Kobokan.
Menurut Liswanto, Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru, jarak luncur lava pijar mencapai sekitar 2.000 meter dari puncak kawah Jonggring Seloko. Aktivitas ini tercatat dalam laporan tertulis pos pengamatan yang disampaikan pada Rabu pagi.
“Gunung Semeru mengeluarkan dua kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 2.000 meter mengarah ke Besuk Kobokan,” kata Liswanto dalam laporan tertulisnya.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Petugas merekomendasikan agar warga dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak kawah, terutama di sektor tenggara yang menjadi jalur aliran lava.
Selain itu, masyarakat juga diimbau mewaspadai awan panas guguran serta potensi banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Sat. Aktivitas hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu aliran lahar dingin dari material vulkanik yang tertimbun di lereng gunung.
PVMBG juga mengingatkan warga agar tetap tenang namun siaga. Jika terjadi hujan deras di sekitar kawasan puncak, masyarakat di bantaran sungai disarankan segera menjauh dari aliran sungai dan mencari lokasi yang lebih aman.
Petugas gabungan dari BPBD Lumajang bersama TNI dan Polri telah disiagakan untuk melakukan pemantauan di pos-pos pengamatan serta memberi informasi langsung kepada warga jika aktivitas Semeru meningkat kembali.
Gunung Semeru dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Erupsi dengan luncuran lava pijar kerap terjadi secara periodik. Sebelumnya, Semeru juga sempat meluncurkan awan panas guguran pada akhir September lalu tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dengan adanya peningkatan aktivitas kali ini, masyarakat di sekitar lereng Semeru diharapkan tidak mendekati puncak gunung dan selalu mengikuti arahan petugas, demi keselamatan bersama.
Referensi: DetikNews
Referensi tambahan: PVMBG, BNPB
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu identik dengan stok daging kambing yang melimpah di rumah. Tapi jujur saja, kadang banyak orang...
Siapa yang langsung lapar hanya dengan membayangkan aroma tumisan babat yang pedas, manis, dan wangi kecap? Buat pecinta jeroan, babat...