Layanan Internet Starlink di Mentawai Berujung Hukum, Ini Perkara Yogi Gilang
Yogi Gilang Arya Setia, warga berusia 39 tahun asal Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, kini menghadapi proses hukum di...
Read more
Pada Kamis, 4 September 2025, pimpinan DPR RI menggelar rapat penting bersama para pimpinan fraksi. Rapat ini menindaklanjuti tuntutan “17+8 Tuntutan Rakyat” yang digaungkan masyarakat melalui media sosial dan demonstrasi akhir Agustus lalu. Suasana di Gedung Nusantara dipenuhi urgensi: bagaimana menjawab krisis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Istilah “17+8 Tuntutan Rakyat” mengacu pada dua rentang waktu: 17 tuntutan jangka pendek yang diharapkan terealisasi dalam satu minggu dan 8 tuntutan jangka panjang yang ditargetkan selesai dalam satu tahun. Tuntutan ini lahir sebagai respons atas demonstrasi yang terjadi pada 25–31 Agustus 2025, yang menyuarakan reformasi menyeluruh di berbagai sektor pemerintahan.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut konkret atas aspirasi mahasiswa, aktivis, dan influencer yang membentuk klaim “17+8”. Fokus pertama adalah evaluasi terhadap tunjangan dan fasilitas yang diterima anggota DPR. Selain itu, keterbukaan informasi mengenai kegiatan dan anggaran DPR juga menjadi poin penting yang akan dibahas.
Dasco mengungkapkan: “Baik terhadap tunjangan maupun keterbukaan kegiatan DPR, termasuk yang di dalam 17+8, kita akan lakukan evaluasi besok dengan pimpinan-pimpinan fraksi untuk menyatukan pendapat dan kesepakatan di DPR.”
Aksi ini menjadi momentum bagi DPR untuk membuktikan bahwa lembaga legislatif mampu menjawab kegelisahan publik secara serius dan transparan. Tuntutan publik tidak hanya meliputi satu atau dua isu, melainkan spektrum luas yang mencakup integritas, sistem penggajian, transparansi, perlindungan demonstran, dan reformasi kelembagaan.
Beberapa poin jangka pendek dari 17+8 mencakup antara lain:
Pembekuan tunjangan dan fasilitas baru untuk DPR
Transparansi anggaran DPR
Pembentukan tim investigasi independen atas kekerasan dalam demonstrasi
Hentikan kriminalisasi demonstran
Kembalinya TNI ke barak dan hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil
Sementara itu, tuntutan jangka panjang mencakup reformasi sistemik seperti audit independen DPR, penguatan lembaga anti-korupsi, pembaruan sistem perpajakan, hingga reformasi struktural lembaga penegak hukum dan partai politik.
DPR, dengan memanggil seluruh fraksi, menunjukkan keseriusan untuk tidak membiarkan tuntutan menjadi sekadar simbol aspirasi. Rapat ini diperlukan untuk menyelaraskan pandangan, mempercepat agenda reformasi, dan memberi sinyal bahwa DPR mendengar suara rakyat—melalui dialog formal dan mekanisme resmi internal lembaga.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kebiasaan anak mengorek hidung lalu mengambil ingus dan menelannya sering membuat orang tua merasa khawatir. Apalagi jika perilaku tersebut dilakukan...
Ginjal merupakan salah satu organ penting yang bekerja setiap hari untuk menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berperan menyaring darah, membuang...