IRGC Ancam Balasan Keras Usai Kapal Iran Disita dan Ditembak AS di Teluk Oman
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah insiden penembakan dan penyitaan kapal berbendera Iran di perairan Teluk Oman....
Read more
Sejumlah negara di kawasan Asia pernah menghadapi bencana banjir dan badai dahsyat yang menelan ribuan korban jiwa serta merusak jutaan rumah. Besarnya dampak bencana membuat pemerintah di negara-negara tersebut akhirnya membuka diri dan menerima bantuan dari komunitas internasional.
Berdasarkan catatan lembaga kemanusiaan dan pemerintah setempat, penerimaan bantuan asing dilakukan karena jumlah korban yang sangat besar, luasnya wilayah terdampak, serta terputusnya akses logistik menuju lokasi bencana. Berikut beberapa negara yang pernah mengalami kondisi tersebut.
Pakistan menjadi salah satu contoh paling menonjol. Pada 2010, banjir besar akibat hujan monsun melanda sejumlah provinsi seperti Khyber Pakhtunkhwa, Punjab, Balochistan, hingga Sindh. Sungai Indus meluap dan memicu banjir bandang yang menewaskan sekitar 1.200 hingga 2.000 orang.
Sekitar 1,6 juta rumah dilaporkan rusak atau hancur dan lebih dari 14 juta warga kehilangan tempat tinggal. Selain itu, lebih dari 10.000 sekolah dan ratusan fasilitas kesehatan terdampak. Menurut laporan media internasional, respons awal pemerintah menuai kritik karena dinilai lambat. Setelah menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional, Pakistan mulai menerima bantuan asing dari berbagai negara. Total bantuan setahun pasca bencana mencapai USD 1,3 miliar atau sekitar Rp20 triliun.
Vietnam juga pernah menghadapi situasi serupa. Pada November beberapa tahun lalu, negara ini dilanda banjir dan badai tropis bertubi-tubi yang menewaskan sedikitnya 98 orang dan menyebabkan puluhan lainnya hilang. Menurut data pemerintah Vietnam, badai Bualoi, Matmo, Fengshen, dan Kalmaegi menyebabkan banjir di banyak wilayah dan melumpuhkan sistem penanganan darurat.
Karena keterbatasan kapasitas, pemerintah Vietnam akhirnya menerima bantuan asing hampir USD 16 juta atau sekitar Rp240 miliar. Bantuan datang dalam bentuk dana dan logistik, termasuk pengiriman puluhan ton peralatan darurat dari Rusia serta dukungan dari Selandia Baru, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat.
Filipina juga tercatat pernah mengalami bencana besar saat Topan Super Haiyan menerjang pada November 2013. Menurut laporan Komisi Eropa, topan tersebut menewaskan atau menyebabkan hilangnya sekitar 8.000 orang. Enam pulau terdampak parah dengan lebih dari 1,1 juta rumah rusak dan separuh rumah di wilayah tertentu hancur total.
Pemerintah Filipina saat itu membuka pintu seluas-luasnya bagi bantuan internasional. Amerika Serikat bahkan mengerahkan kapal induk untuk membantu distribusi logistik ke daerah terpencil. Sejumlah negara lain seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, China, Uni Emirat Arab, dan Inggris turut mengirim bantuan dan personel.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...