Waspada Tren Gagal Ginjal Usia Muda Akibat Gaya Hidup Gen Z

Penyakit ginjal kini banyak menyerang usia muda. Dokter menjelaskan kebiasaan gaya hidup Gen Z yang bisa memicu gagal ginjal kronis. (Foto: Jawapos)
Penyakit ginjal kini banyak menyerang usia muda. Dokter menjelaskan kebiasaan gaya hidup Gen Z yang bisa memicu gagal ginjal kronis. (Foto: Jawapos)

Penyakit ginjal kini banyak menyerang usia muda

Tren penyakit ginjal kini menunjukkan perubahan yang cukup mencemaskan. Jika dulu gagal ginjal lebih sering ditemukan pada kelompok usia lanjut, kini semakin banyak kasus yang muncul pada usia produktif, termasuk generasi Z. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan pola hidup modern yang serba praktis dan sering diwarnai kebiasaan tidak sehat.

Menurut spesialis penyakit dalam dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, penyakit ginjal kronis pada usia 20-an banyak dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat secara keseluruhan. “Pola hidup sangat berpengaruh. Misalnya, konsumsi junk food berlebihan dan segala macamnya bisa memicu kondisi ini lebih sering terjadi pada usia yang lebih muda,” kata dr Tunggul.

Bagi banyak anak muda, kebiasaan self reward dengan membeli minuman boba, kopi kekinian tinggi gula, atau makanan cepat saji setiap hari mungkin terasa wajar. Namun, kebiasaan ini jika terus dilakukan bisa menjadi faktor risiko serius yang memicu penurunan fungsi ginjal dalam jangka panjang.

Masalahnya, dalam banyak kasus penyakit ginjal kronis tidak menimbulkan gejala berarti pada tahap awal. Orang baru menyadari adanya gangguan ketika fungsi ginjal sudah turun cukup berat. Karena itu, memahami kebiasaan harian yang diam-diam berisiko besar terhadap ginjal menjadi sangat penting.

Kebiasaan Sepele yang Diam Diam Bisa Merusak Ginjal

Berdasarkan data dari National Kidney Foundation, ada sejumlah pola hidup yang tampak biasa saja namun dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang.

1. Terlalu Sering Konsumsi Processed Food
Nugget, sosis, mie instan, dan berbagai makanan kemasan memang praktis dan terjangkau. Namun makanan ini umumnya tinggi pengawet, natrium, dan zat tambahan lain yang memberi beban ekstra pada ginjal. Studi pada tahun 2022 menemukan bahwa konsumsi processed food secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal hingga 24 persen. Jika dikombinasikan dengan gaya hidup kurang aktif, risikonya bisa meningkat lebih besar.

2. Pola Tidur Tidak Teratur dan Sering Begadang
Begadang karena nonton film, gaming, atau scrolling media sosial sudah menjadi kebiasaan banyak anak muda. Padahal, fungsi ginjal juga mengikuti ritme sirkadian tubuh. Bila jam tidur sering berantakan, keseimbangan fungsi organ termasuk ginjal bisa terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu kerusakan ginjal.

3. Konsumsi Minuman Manis sebagai Self Reward Harian
Minuman boba, kopi susu, dan minuman tinggi gula lainnya memang terasa menyenangkan. Tetapi konsumsi gula berlebih dapat memicu diabetes dan hipertensi, yang merupakan dua penyebab utama gagal ginjal kronis. Kebiasaan ini juga sering disertai pola makan berlebih dan peningkatan berat badan yang semakin meningkatkan risiko.

4. Kurang Minum Air Putih
Kesibukan belajar, bekerja, atau scrolling sering membuat orang lupa minum air putih. Padahal ginjal sangat membutuhkan cairan untuk membantu membuang racun dari tubuh. Bila tubuh kekurangan cairan, risiko batu ginjal dan gangguan fungsi ginjal dapat meningkat. Salah satu tanda awal kurang minum adalah warna urine yang pekat.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED