Bahaya Tersembunyi Makan Ikan Asin Terlalu Sering untuk Kesehatan Tubuh
Ikan asin menjadi salah satu lauk favorit banyak orang Indonesia. Rasanya yang gurih dan aromanya yang khas sering kali membuat...
Read more
Seiring bertambahnya usia, otak manusia secara alami akan mengalami penyusutan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai atrofi serebri, yaitu berkurangnya volume jaringan otak yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif dan motorik.
Meski merupakan proses alamiah, penyusutan otak ternyata bisa terjadi lebih cepat akibat gaya hidup yang kurang sehat. Menurut Spesialis Bedah Saraf dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS, kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap remeh justru menjadi pemicu utama berkurangnya volume otak secara dini.
Menurut dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS, menjaga kesehatan otak tidak cukup hanya mengandalkan faktor usia, tetapi juga harus memperhatikan pola hidup harian.
Berikut beberapa kebiasaan yang perlu diwaspadai karena berpotensi mempercepat penurunan fungsi otak.
Pola makan asal kenyang
Banyak orang masih berprinsip makan sekadar membuat perut terasa penuh tanpa memperhatikan keseimbangan nutrisi. dr. Dimas menyoroti kebiasaan konsumsi karbohidrat berlebih, seperti nasi dalam porsi besar, yang tidak diimbangi asupan protein dan mikronutrien.
“Nutrisi yang baik adalah nutrisi yang seimbang. Di Indonesia, seringkali karbohidratnya terlalu banyak, sementara proteinnya kurang,” kata dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS.
Padahal, otak membutuhkan protein, vitamin, dan mineral sebagai bahan bakar untuk regenerasi sel serta menjaga fungsi saraf tetap optimal. Kekurangan nutrisi penting dalam jangka panjang dapat berdampak pada penurunan performa berpikir, konsentrasi, hingga daya ingat.
Gaya hidup mager atau kurang aktivitas fisik
Kurang bergerak tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga pada kesehatan otak. Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga oksigen dan nutrisi dapat tersalurkan dengan baik ke jaringan otak.
Saat tubuh aktif, penyerapan nutrisi oleh saraf-saraf otak menjadi lebih maksimal. Dengan kata lain, olahraga bukan hanya soal membentuk otot, tetapi juga menjaga fungsi kognitif tetap prima. Kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik berpotensi mempercepat penyusutan volume otak.
Berhenti berpikir dan menarik diri dari aktivitas sosial
Kebiasaan ini sering terjadi pada kelompok usia 40 hingga 50 tahun ke atas. Ada anggapan bahwa memasuki usia tertentu berarti mengurangi aktivitas dan tanggung jawab. Padahal, otak ibarat otot yang perlu terus dilatih.
“Tidak beraktivitas menyebabkan manusia tidak biasa berpikir, sehingga lama-kelamaan volume otaknya mulai mengecil,” jelas dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS.
Kurangnya stimulasi mental dan sosial dapat membuat kemampuan berpikir menurun lebih cepat. Karena itu, tetap aktif dalam pekerjaan, menjalankan hobi, atau mengikuti kegiatan komunitas seperti pengajian, gereja, PKK, maupun Posyandu dapat membantu menjaga kesehatan otak.
Aktivitas yang menuntut konsentrasi, interaksi sosial, dan pemecahan masalah akan merangsang kerja saraf otak sehingga memperlambat proses penuaan dini pada jaringan otak.
Menjaga kesehatan otak tidak selalu harus melalui prosedur medis yang rumit. Perubahan sederhana seperti memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, dan tetap aktif secara mental serta sosial dapat menjadi langkah efektif untuk mempertahankan volume dan fungsi otak dalam jangka panjang.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...