IRGC Ancam Balasan Keras Usai Kapal Iran Disita dan Ditembak AS di Teluk Oman
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah insiden penembakan dan penyitaan kapal berbendera Iran di perairan Teluk Oman....
Read more
Ketegangan diplomatik kembali muncul ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong penggunaan aset Rusia yang dibekukan di negara negara Eropa untuk kepentingan pemerintah dan perusahaan Amerika. Para pejabat Eropa segera merespons keras karena usulan tersebut dianggap berisiko mengganggu stabilitas politik dan hukum di wilayah mereka.
Menurut penjelasan sejumlah diplomat Eropa, rencana Trump muncul bersamaan dengan gagasannya untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina melalui syarat yang menuntut Ukraina melepas sebagian wilayah serta merampingkan kekuatan militernya. Serangkaian reaksi cepat dari negara negara Eropa pun dilakukan untuk meredam dampak politik yang mungkin terjadi.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyebut bahwa usulan tersebut masih bisa berubah. Namun sejumlah pakar menilai kontrol Eropa atas aset yang dibekukan itu kini berada dalam tekanan kuat.
Pada tahun 2022, ketika invasi ke Ukraina dimulai, lebih dari 300 miliar euro aset Rusia dibekukan di berbagai negara. Menurut data dari lembaga penyimpanan keuangan Euroclear, sekitar 180 miliar euro disimpan di Belgia. Aset itu mencakup surat berharga, properti, rekening bank, dan kapal pesiar.
Eropa telah mendiskusikan kemungkinan penggunaan aset tersebut untuk mendukung rekonstruksi Ukraina. Dalam pertemuan terakhir, Belgia menolak skema pinjaman reparasi karena kekhawatiran hukum serta potensi kewajiban pengembalian dana kepada Rusia di masa depan. Namun Uni Eropa berharap bisa mencapai kompromi baru dalam pertemuan tingkat tinggi pada Desember mendatang.
Di tengah dinamika itu, proposal Trump justru memperkeruh situasi. Berdasarkan laporan berbagai sumber, rencana Trump berisi 28 poin, termasuk menginvestasikan 100 miliar dolar Amerika (setara 1,6 triliun rupiah) dari aset Rusia yang dibekukan untuk pembangunan Ukraina melalui mekanisme yang dipimpin AS. Menurut analis geoekonomi Agathe Demarais, rencana tersebut memungkinkan pemerintah dan perusahaan AS mendapatkan keuntungan finansial dari dana yang berada di Eropa.
Trump juga meminta negara negara Eropa menambah jumlah dana yang sama menggunakan anggaran mereka sendiri. Sementara sisa dana beku Rusia lebih dari 200 miliar euro akan dikelola dalam investasi gabungan AS dan Rusia.
Beberapa pengamat menilai struktur tersebut menguntungkan tiga pihak sekaligus, yaitu pemerintah AS, perusahaan AS, dan Rusia. Sementara posisi Eropa dalam pengambilan keputusan justru dipinggirkan.
Sebagai respons, Jerman, Prancis, dan Inggris mengusulkan rencana tandingan. Menurut beberapa pejabat, dana Rusia yang berada di negara negara Eropa akan tetap dibekukan sampai Rusia mengganti kerusakan yang ditimbulkan di Ukraina. Pendekatan ini dinilai sebagai cara yang lebih aman tanpa perlu menyita aset dan menghindari risiko hukum lintas negara.
Direktur Kantor Warsawa di GMF, Philip Bednarczyk, menjelaskan bahwa rencana Eropa masih memberi ruang bagi kerja sama dengan Amerika Serikat, tetapi harus dilakukan melalui mekanisme yang menghormati otoritas Eropa karena aset berada dalam yurisdiksi mereka. Dalam pernyataannya, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan bahwa aset Rusia yang berada di Brussels tidak dapat dialihkan kepada pihak Amerika. Presiden Dewan Uni Eropa Antonio Costa memberikan pernyataan senada bahwa kebijakan terkait sanksi dan aset beku harus diputuskan sepenuhnya oleh Uni Eropa.
Di sisi lain, Co director program Keamanan Eropa Jana Kobzova menjelaskan bahwa Amerika Serikat hanya memegang sekitar 5 miliar dolar aset Rusia, sehingga tidak memiliki kewenangan hukum untuk memutuskan penggunaan dana yang berada di negara negara Eropa. Ia menilai rencana Trump sulit diterima publik Eropa jika hasil akhirnya hanya menguntungkan investor dari Amerika.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa Uni Eropa perlu segera mencapai kesepakatan internal, terutama untuk meyakinkan Belgia yang menjadi negara penyimpan aset terbesar. Jika keputusan penyitaan dilakukan sepenuhnya oleh Eropa, maka keinginan Trump memanfaatkan dana tersebut akan tertutup.
Referensi:
Detik
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...