Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Gedung Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, saat atap teras bangunan senilai sekitar Rp 110-120 miliar tiba-tiba ambruk. Peristiwa terjadi pada Minggu siang (21/9), memicu luka pada tiga pekerja yang tengah memperbaiki bagian tersebut dan menimpa warga di sekitar lokasi.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta aparat TNI dan Polri langsung dikerahkan ke lokasi untuk evakuasi korban dan mencari kemungkinan ada korban lainnya yang terjebak. Korban luka dibawa ke RSUD Brebes segera setelah dievakuasi.
Kronologi Kejadian
Sebelum ambruk, gedung sempat diguyur hujan deras beberapa hari sebelumnya, dan ada laporan bahwa atap sempat jebol kecil. Dugaan sementara menyebut bahwa konstruksi atap tidak mampu menahan beban akibat kondisi tersebut.
Saat kejadian, tiga pekerja sedang melakukan perbaikan teras. Salah satu pekerja, Zamroni, menceritakan bahwa ia melakukan pengelasan kerangka atap. Setelah terdengar suara βbletakβ dari arah utara, atap teras tiba-tiba runtuh.
Dari saksi sekitar, sebelum ambruk ada suara keras dan segera setelah itu bangunan teras roboh. Proses penyelamatan memerlukan waktu tambahan karena salah satu korban sempat tangan terjepit reruntuhan.
Data Bangunan & Kondisi Pendukung
Gedung KPT Brebes ini dibangun pada tahun 2021-2022, dan resmi digunakan sejak 31 Agustus 2022. Anggaran pembangunan disebut mencapai sekitar Rp 110-120 miliar.
Lokasi kejadian: di bagian teras depan gedung. Area ini juga digunakan masyarakat, terutama warga yang melakukan aktivitas pagi atau olahraga di sekitar kompleks saat kejadian. Beberapa warga sempat berteduh di bawah atap.
Penanganan & Respons Darurat
Seluruh korban luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes oleh petugas kesehatan dan BPBD.
Tim gabungan (BPBD, PMI, TNI, Polri) hingga sore hari masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian lebih lanjut dan memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan.
Saksi mengatakan bahwa tiba-tiba saja atap menimpa pekerja dan warga setelah suara keras muncul, sehingga tindakan evakuasi harus segera dilakukan.