TNI Kerahkan Ribuan Prajurit dan Puluhan Alutsista untuk Bantu Korban Gempa NTT

TNI mengerahkan 8.012 prajurit dan 27 alutsista untuk membantu penanganan gempa M 7,7 di NTT. Bantuan terus disalurkan melalui jalur laut dan udara.

TNI mengerahkan 8

TNI mengerahkan 8.012 prajurit dan 27 alat utama sistem senjata atau alutsista untuk membantu penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengerahan tersebut dilakukan untuk mendukung masyarakat terdampak sekaligus mempercepat distribusi bantuan ke sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Pusat Penerangan TNI, jumlah personel tersebut tercatat hingga Minggu (23/8/2026), atau memasuki hari kesembilan penanganan pascagempa yang mengguncang Pulau Flores dan wilayah sekitarnya.

Sebanyak 27 alutsista yang digunakan terdiri dari 21 pesawat, lima Kapal Perang Republik Indonesia atau KRI, dan satu Kapal ADRI. Armada tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas personel, pengiriman logistik, serta berbagai kebutuhan penanganan bencana.

“Untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, serta kebutuhan penanganan bencana,” demikian keterangan Pusat Penerangan TNI.

Bantuan Gempa NTT Tembus Lebih dari 803 Ton

Selain mengerahkan personel dan armada, TNI terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak melalui jalur laut dan udara.

Pada Senin (24/8), sebanyak 159,22 ton bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan KRI. Sementara melalui jalur udara, TNI AU mengirimkan 37,399 ton bantuan menggunakan pesawat.

Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI kepada masyarakat terdampak hingga hari kesembilan mencapai 803,824 ton.

Pengerahan armada laut menjadi salah satu cara untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan dalam jumlah besar. Sebelumnya, TNI AL juga telah mengerahkan lima KRI dan dua helikopter untuk mengantar logistik serta membantu proses evakuasi di sejumlah wilayah NTT.

Baca Juga:  Toyota Veloz Hybrid Resmi Meluncur dengan Harga Terjangkau

TNI juga memanfaatkan pesawat untuk mempercepat pengiriman bantuan ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Sebelumnya, TNI AU telah menggunakan pesawat Hercules untuk mengirim bantuan ke Maumere, Kabupaten Sikka, yang kemudian didistribusikan ke Ende, Nagekeo, Bajawa, dan sejumlah wilayah lainnya.

Menurut Pusat Penerangan TNI, seluruh kegiatan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta instansi terkait lainnya.

Koordinasi diperlukan agar distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Selain bantuan logistik, personel TNI juga terlibat dalam berbagai kegiatan penanganan bencana, termasuk evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Sementara itu, BNPB sebelumnya mencatat distribusi bantuan ke NTT juga terus berlangsung melalui jalur udara. Hingga 21 Agustus 2026, total bantuan yang disalurkan melalui dua jalur udara mencapai 777.711 kilogram atau sekitar 777,7 ton.

Pengerahan besar-besaran tersebut dilakukan di tengah proses pemulihan pascagempa yang masih berlangsung. Gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores dan menyebabkan warga harus mengungsi.

Berdasarkan data BNPB hingga Minggu (23/8), jumlah korban meninggal akibat gempa NTT telah mencapai 91 orang, sementara jumlah warga yang mengungsi mencapai lebih dari 150 ribu orang.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menggelar rapat terbatas di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/8) malam. Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta tiga kepala staf angkatan TNI.

Baca Juga:  Madrid Berubah Jadi Lautan Merah Saat Spanyol Arak Trofi Piala Dunia

Menurut Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya, rapat tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk tindak lanjut instruksi Presiden terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan serta bantuan pascagempa di NTT.

“Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” kata Teddy.

Dengan dukungan 8.012 prajurit, 21 pesawat, lima KRI, dan satu Kapal ADRI, TNI terus memperkuat operasi bantuan di wilayah terdampak. Distribusi logistik melalui jalur laut dan udara juga masih dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Berita

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Berita Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia berita — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED