Sinopsis Ghost in the Cell Film Horor Komedi Joko Anwar dengan Satir Tajam
Film Ghost in the Cell menjadi salah satu tayangan Indonesia yang mencuri perhatian pada April 2026. Karya terbaru dari Joko...
Read more
The Voice of Hind Rajab adalah docudrama yang diangkat dari kisah nyata tragis tentang seorang anak perempuan dari Gaza, Hind Rajab, yang tewas dalam serangan Israel pada Januari 2024. Film ini mencoba menghadirkan kembali momen terakhir hidup Hind melalui rekaman suara asli yang menggambarkan detik-detik mencekam saat ia dan keluarga berusaha melarikan diri saat tank menyerang.
Latar cerita berawal pada 29 Januari 2024, ketika Hind dan beberapa anggota keluarganya terjebak di dalam mobil saat upaya evakuasi — mobil tersebut kemudian ditembaki. Saudara-sepupu, paman dan bibinya tewas terlebih dahulu. Hind sempat menelepon layanan darurat karena ketakutan, tetapi upaya penyelamatan terhambat oleh intensitas serangan. Setelah beberapa jam, ambulans dikirim; namun saat tiba, kontak terputus. Belakangan, jenazah Hind, anggota keluarga, dan petugas medis ditemukan.
Versi film ini ditulis dan disutradarai oleh Kaouther Ben Hania, dan diproduksi bersama antara Tunisia dan Prancis. Di festival dunia pada 2025, film ini mendapatkan apresiasi besar — ketika diputar perdana di Venice International Film Festival, penonton memberi standing ovation selama lebih dari 23 menit.
Selain itu, film ini meraih penghargaan Silver Lion Grand Jury Prize — penghargaan bergengsi kedua tertinggi di festival tersebut. Film ini juga terpilih sebagai wakil resmi Tunisia untuk ajang Academy Awards 2026 kategori Best International Feature Film.
Penayangan di Indonesia dijadwalkan pada 26 November 2025. Film ini membawa kisah Hind ke layar lebar, dengan tujuan memori dan empati global atas tragedi kemanusiaan yang menimpa warga sipil di Gaza.
Film ini bukan sekadar drama — ia menggabungkan dokumenter dan rekonstruksi fiksi berdasarkan fakta. Suara asli Hind saat menelepon layanan darurat menjadi inti emosional film, menghadirkan realitas kelam perang yang sering terabaikan.
Penampilan teaterikal yang menggugah empati, dikombinasikan dengan keberanian penyutradaraan Kaouther Ben Hania, membuat film ini dianggap sebagai “suara anak Gaza” yang menggema ke dunia. Banyak penonton dan kritikus film menyebut pengalaman menonton ini sebagai panggilan kemanusiaan, bukan sekadar hiburan.
Penghargaan internasional yang diraih juga memperkuat legitimasi film sebagai karya sinematik penting dan relevan secara sosial — bahwa film bisa menjadi medium narasi dan ingatan kolektif atas penderitaan warga sipil di zona konflik.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Film Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia film — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...