Terungkap Dugaan Jatah Bulanan Rp7 Miliar di Kasus OTT Bea Cukai oleh KPK

KPK mengungkap dugaan jatah bulanan Rp7 miliar untuk pejabat Bea Cukai terkait impor barang KW. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Limitnews/Istimewa)

KPK mengungkap dugaan jatah bulanan Rp7 miliar untuk pejabat Bea Cukai terkait impor barang KW

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana miliaran rupiah dalam operasi tangkap tangan atau OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dalam kasus ini, sejumlah pejabat diduga menerima jatah bulanan hingga Rp7 miliar dari perusahaan impor, PT Blueray Cargo.

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dugaan tersebut terungkap saat proses OTT yang dilakukan pada 4 Februari. “Saat melakukan peristiwa tertangkap tangan, diduga jatah bulanan itu mencapai sekitar Rp7 miliar,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Dugaan pemberian uang tersebut berkaitan dengan praktik meloloskan barang impor berkualitas KW agar lebih mudah masuk ke Indonesia. Barang-barang itu disebut tidak hanya satu jenis.

Menurut Budi, barang yang diupayakan masuk sangat beragam. “Ini barangnya beragam. Ada kayak sepatu begitu ya, termasuk juga barang-barang lain,” ujarnya.

KPK memastikan akan mendalami jenis barang, jumlah, serta negara asal barang impor tersebut. “Nanti kami cek barang-barangnya seperti apa saja dan banyak dari negara apa, karena ini kan tergantung importir barangnya apa dan dari mana saja,” kata Budi.

Enam Tersangka dalam Kasus Impor Barang KW

Berdasarkan data dari KPK, sebanyak 17 orang diamankan dalam OTT tersebut. Setelah pemeriksaan intensif, enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW.

Mereka adalah Rizal (RZL) yang menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024 hingga Januari 2026. Rizal sebelumnya juga dikenal sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat.

Selain Rizal, tersangka lainnya dari unsur Bea Cukai yakni Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono (SIS) serta Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan (ORL).

Sementara dari pihak swasta, KPK menetapkan John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK).

Kasus ini menjadi sorotan karena dugaan nilai setoran yang cukup besar dan dilakukan secara rutin setiap bulan. Praktik tersebut diduga mempermudah masuknya barang impor KW ke pasar dalam negeri.

KPK menegaskan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri aliran dana, jaringan yang terlibat, serta kemungkinan adanya pihak lain yang ikut menerima manfaat dari praktik tersebut.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED