Nasib Pajak Mobil Listrik Berubah Ini Penjelasan Aturan Terbaru dan Dampaknya
Kebijakan pajak untuk kendaraan listrik di Indonesia tengah mengalami perubahan yang cukup dinamis. Setelah sebelumnya mendapatkan fasilitas bebas pajak, kini...
Read more![IMG_4568[1]](https://www.trenmedia.co.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG_45681.jpg)
Pemerintah Indonesia berencana menerapkan bahan bakar minyak (BBM) campuran etanol 10 persen atau E10 pada tahun 2027. Namun tidak semua kendaraan bisa langsung menggunakan bahan bakar jenis ini. Jika Anda ragu apakah mobil Anda aman diisi bensin campuran etanol, cara paling mudah adalah dengan memeriksa buku manual kendaraan.
Menurut Bob Azam, Wakil Presiden Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), setiap mobil memiliki informasi mengenai batas maksimal kandungan etanol yang dapat digunakan pada bahan bakar. “Lihat saja di manual book-nya, ada kok. Semua kendaraan tuh ada manual book-nya, dia bisa etanol sampai berapa (persen) gitu,” kata Bob dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari sumber berita, Jumat (24/10/2025).
Bob menjelaskan bahwa kendaraan produksi tahun 2015 ke atas umumnya sudah kompatibel dengan bahan bakar berbasis bioetanol. “Kan sudah dari 2015 tuh kendaraan sudah mulai. Karena kan kendaraan itu global produk. Dan di beberapa negara mereka sudah memang isi etanol. Sehingga kendaraannya sudah disiapin,” ujarnya.
Bahan bakar campuran etanol atau bioetanol tengah menjadi perhatian karena dianggap mampu mengurangi emisi karbon, menekan impor bahan bakar minyak, serta meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, terutama singkong dan tebu. Namun, ada juga kekhawatiran terkait dampaknya terhadap performa dan daya tahan mesin kendaraan.
Menanggapi hal ini, Bob Azam memastikan bahwa mobil-mobil Toyota yang dipasarkan di Indonesia telah siap menggunakan bensin dengan campuran etanol hingga 20 persen atau E20, tanpa perlu penyesuaian pada mesin. “Kendaraan kami sudah siap untuk etanol sampai 20 persen,” ungkapnya.
Bahkan, untuk model tertentu seperti Toyota Innova Zenix, mesin sudah mampu menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 85 persen atau E85. Hal ini menunjukkan kesiapan industri otomotif dalam mendukung kebijakan transisi energi yang dicanangkan pemerintah.
Kebijakan penerapan E10 awalnya ditargetkan berlaku pada tahun 2026. Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengoreksi target tersebut menjadi paling cepat tahun 2027.
Penundaan ini dilakukan karena pemerintah masih perlu membangun pabrik etanol di dalam negeri, yang nantinya akan memanfaatkan bahan baku dari komoditas lokal seperti singkong dan tebu. Selain itu, infrastruktur pendukung distribusi dan ketersediaan pasokan etanol juga harus dipersiapkan dengan matang.
Saat ini, Pertamina baru memiliki satu produk bensin campuran etanol dengan kadar 5 persen, yakni Pertamax Green 95 (E5). Produk ini menjadi langkah awal menuju transisi penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan penerapan E10 pada 2027 dapat berjalan lancar tanpa mengganggu performa kendaraan maupun rantai pasokan energi nasional.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Mobil Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia mobil — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Banyak orang langsung mundur duluan saat mendengar olahan daging kambing. Alasannya hampir selalu sama, takut bau prengus atau teksturnya alot...
Tidak ada yang lebih menggoda daripada semangkuk sop iga sapi hangat saat jam makan siang tiba. Aroma kuah kaldu yang...