Daftar Makanan Sehat untuk Cegah Kanker Usus Besar yang Kini Mengintai Anak Muda
Kanker usus besar atau kolorektal kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Penyakit ini dilaporkan semakin sering menyerang kelompok usia...
Read more
Kebiasaan mengunyah es batu sering dilakukan tanpa disadari, terutama ketika menikmati minuman dingin. Sensasi dinginnya memberikan rasa segar, namun di balik itu ada sejumlah risiko yang dapat mengganggu kesehatan tubuh jika dilakukan berulang kali. Dalam dunia medis, kebiasaan ini dikenal sebagai pagophagia, yaitu dorongan kuat untuk terus mengonsumsi es batu. Kondisi tersebut termasuk ke dalam pica, gangguan yang membuat seseorang tertarik memakan benda tanpa kandungan nutrisi.
Pada sebagian orang, rutinitas mengunyah es batu bisa berkaitan dengan masalah gizi, terutama kekurangan zat besi. Menurut salah satu penjelasan kesehatan, dorongan kuat mengonsumsi es batu dapat muncul pada individu dengan anemia defisiensi zat besi. Ketika tubuh kekurangan nutrisi ini, fungsi berbagai organ dapat terpengaruh dan kondisi kesehatan pun menurun. Menggantikan makanan bernutrisi dengan es batu juga berpotensi menyebabkan tubuh mengalami kekurangan nutrisi penting.
Struktur es batu yang keras dapat menimbulkan dampak buruk pada gigi. Beberapa pakar kesehatan menjelaskan bahwa kebiasaan ini bisa memicu gigi retak, meningkatkan sensitivitas terhadap dingin, dan merusak enamel secara perlahan. Walaupun kerusakan yang terjadi tampak kecil, retakan halus dapat berkembang menjadi masalah besar jika tidak segera ditangani. Permukaan es yang keras juga bisa merusak tambalan atau mahkota gigi, sehingga memungkinkan bakteri masuk dan memicu infeksi.
Selain itu, kebiasaan mengunyah es batu dapat menyebabkan iritasi tenggorokan. Paparan suhu yang terlalu dingin memengaruhi jaringan halus pada tenggorokan dan kerongkongan. Dalam beberapa kasus, iritasi tersebut dapat berubah menjadi peradangan, menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri saat menelan atau sensasi mengganjal di area tenggorokan.
Dari perspektif pencernaan, konsumsi es batu yang berlebihan dapat memengaruhi fungsi sistem pencernaan. Suhu es yang ekstrem bisa memicu kram perut, rasa kembung, dan gangguan pencernaan lainnya. Meskipun efeknya berbeda pada tiap orang, paparan suhu dingin berulang kali bisa membuat saluran pencernaan bekerja lebih keras dan memicu ketidaknyamanan.
Risiko lainnya adalah tersedak, terutama jika es batu berukuran besar atau dikunyah tanpa hati-hati. Meskipun mungkin dianggap jarang terjadi, tersedak es batu dapat menjadi kondisi darurat yang mengancam keselamatan.
Dengan berbagai risiko tersebut, kebiasaan mengunyah es batu sebaiknya dibatasi. Jika dorongan untuk melakukannya muncul terus-menerus, ada kemungkinan tubuh sedang memberikan sinyal terkait kondisi kesehatan tertentu, seperti anemia atau gangguan gizi lainnya. Mendapatkan pemeriksaan medis bisa membantu memahami penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Referensi:
CNN Indonesia
Kompas
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform pembayaran digital global, PayPal, mengonfirmasi adanya insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi ratusan pengguna. Sejumlah akun dilaporkan terdampak...
Perusahaan teknologi global Cisco memperkenalkan chip switching terbaru bernama Silicon One G300 serta inovasi operasional berbasis AI yang disebut AgenticOps....