Prabowo Siapkan Tim Khusus untuk Tingkatkan Mutu Buku Pelajaran SD hingga SMA

Prabowo membentuk tim gabungan untuk meningkatkan mutu buku ajar SD hingga SMA dengan membandingkan materi pendidikan Indonesia dan negara ASEAN.

Prabowo membentuk tim gabungan untuk meningkatkan mutu buku ajar SD hingga SMA dengan membandingkan materi pendidikan Indonesia dan negara ASEAN

Presiden Prabowo Subianto menyiapkan tim gabungan untuk meningkatkan kualitas buku ajar yang digunakan siswa mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan perbandingan terhadap mutu buku pelajaran Indonesia dengan sejumlah negara sahabat di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah ingin memastikan materi pembelajaran yang digunakan siswa Indonesia semakin relevan dan memiliki kualitas yang lebih baik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo. Tim nantinya akan mempelajari buku pelajaran dari Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor-Leste, Kamboja, Vietnam, dan Singapura.

“Petunjuk dari Bapak Presiden, kita diminta mempelajari buku-buku pelajaran sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA. Kemudian, Beliau meminta agar kita membandingkannya dengan buku-buku dari beberapa negara sahabat,” kata Prasetyo Hadi, Jumat (7/8).

Menurut Prasetyo, kajian tersebut dilakukan untuk melihat kualitas buku pelajaran dari berbagai aspek. Hasil perbandingan nantinya menjadi bahan pemerintah dalam menyusun dan memperbaiki materi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik Indonesia.

Tim gabungan akan melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Bappenas, serta BRIN. Keterlibatan sejumlah lembaga tersebut diharapkan membuat proses evaluasi buku ajar dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Tiga Fokus Utama Perbaikan Buku Pelajaran

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo memberikan tiga perhatian utama dalam pembenahan buku ajar. Fokus pertama adalah penguatan nilai nasionalisme dan kebangsaan dalam materi pembelajaran.

Baca Juga:  Baliho Israel Tampilkan Wajah Prabowo, Kemlu RI Tegaskan Tidak Ada Normalisasi

Fokus berikutnya berkaitan dengan peningkatan kualitas buku matematika. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap buku bahasa Inggris, yang dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi kebutuhan pendidikan dan perkembangan global.

Meski melakukan perbandingan dengan negara lain, pemerintah tetap akan menyesuaikan materi dengan karakteristik siswa Indonesia. Menurut Prasetyo, kondisi Indonesia tidak dapat disamakan begitu saja dengan negara yang menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, hasil kajian terhadap buku dari negara lain akan digunakan sebagai bahan pembanding. Pemerintah tetap akan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, serta karakteristik peserta didik di Indonesia dalam menyusun materi pembelajaran.

Rencana pembenahan buku ajar ini juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap kualitas materi pendidikan. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta adanya evaluasi terhadap buku pelajaran sekolah agar materi yang digunakan dapat mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

Setelah proses kajian selesai, pemerintah berencana menyediakan buku ajar dalam bentuk fisik dan digital. Buku digital nantinya dapat diunduh dan diintegrasikan dengan Papan Interaktif Digital (PID) dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan rencana tersebut, peningkatan kualitas buku sekolah tidak hanya menyasar isi materi, tetapi juga cara siswa dan guru mengakses bahan pembelajaran. Pemerintah akan menggabungkan pembaruan materi dengan pemanfaatan teknologi pendidikan.

Referensi:
CNN Indonesia

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED