Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Dana Capai Rp500 Triliun per Tahun

Prabowo ungkap rencana pembentukan lembaga pengelola dana umat dengan potensi hingga Rp500 triliun per tahun. (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)

Prabowo ungkap rencana pembentukan lembaga pengelola dana umat dengan potensi hingga Rp500 triliun per tahun

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pembentukan lembaga khusus pengelola dana umat yang selama ini tersebar di berbagai institusi. Menurutnya, jika dikelola secara terpusat dan profesional, potensi dana yang dapat dihimpun setiap tahun sangat besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Februari 2026.

Menurut Prabowo, laporan yang ia terima dari Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa dana umat yang dikelola dengan baik dapat mencapai sedikitnya Rp500 triliun per tahun.

“Kalau tidak salah nanti akan dibentuk lembaga pengelolaan dana umat. Saya diberi laporan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, kalau dana umat semua dikelola dengan baik itu bisa jumlahnya itu minimal Rp500 triliun satu tahun,” kata Prabowo.

Ia menilai pengelolaan yang terkoordinasi akan memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pembangunan nasional. Sinergi antara ulama dan pemerintah, menurutnya, menjadi kunci kebangkitan bangsa.

“Ulama umaroh bersatu, kita akan melihat kebangkitan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Siapkan Lahan Strategis untuk Gedung Lembaga Islam

Selain rencana pembentukan lembaga pengelola dana umat, Prabowo juga mengumumkan penyediaan lahan di kawasan strategis ibu kota untuk pembangunan gedung bersama bagi sejumlah institusi Islam.

Ia menyebut telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di depan Bundaran HI, Jakarta.

“Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam,” ucapnya.

Gedung tersebut direncanakan akan menampung MUI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta berbagai lembaga dan organisasi Islam lainnya yang membutuhkan ruang kerja representatif.

Menurut Prabowo, rencana pembangunan gedung setinggi sekitar 40 lantai itu merupakan permintaan Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Nasaruddin Umar.

“Ini permintaan Imam Besar Istiqlal Prof Nasaruddin Umar kepada saya beberapa bulan yang lalu. Permintaan beliau juga sebagai Menteri Agama menyampaikan, ‘Pak kantor MUI sekarang enggak jelas di mana’,” kata Prabowo.

Ia menambahkan bahwa keberadaan gedung lembaga Islam di kawasan pusat kota Jakarta bertujuan agar wilayah tersebut tidak hanya dipenuhi fasilitas komersial, tetapi juga menjadi pusat aktivitas kelembagaan umat Islam.

Rencana pembentukan lembaga pengelola dana umat ini dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat tata kelola keuangan berbasis keagamaan secara transparan dan terintegrasi. Jika potensi hingga Rp500 triliun per tahun benar dapat dihimpun, dana tersebut berpeluang besar mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED