Libur Waisak 2026, CFD Jakarta Ditiadakan pada Minggu 31 Mei
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) pada Minggu 31 Mei...
Read more
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat dalam kunjungan kerjanya ke Washington DC pada 20 Februari 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat global.
Menurut Teddy Indra Wijaya, para pengusaha yang hadir sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN.
“Pada siang hari ini, Presiden Prabowo menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat di Washington DC, 20 Februari 2026. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN,” kata Teddy dalam keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu 21 Februari 2026.
Sejumlah tokoh investasi global hadir dalam pertemuan tersebut. Di antaranya Todd L Boehly, CEO Eldridge Industries yang juga pemilik klub sepak bola Chelsea dan klub basket Los Angeles Lakers.
Turut hadir pula Armen Panossian, CEO Oaktree Capital Management sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan.
Selain itu, pertemuan juga diikuti perwakilan perusahaan investasi global seperti BlackRock, General Atlantic, Kayne Anderson, KKR, Levine Leichtman Capital Partners, Related Fund Management, Stonepeak, Thrive Capital, Warburg Pincus, serta Bernstein Equity Partners.
Menurut Teddy, dalam pertemuan itu Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan terbuka. Pemerintah, kata dia, membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan antara investor global dan kepentingan nasional.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” demikian disampaikan dalam keterangan tertulis tersebut.
Pertemuan ini juga disebut sebagai sinyal bahwa Indonesia memasuki fase baru sebagai negara yang percaya diri, stabil, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia. Pemerintah berharap investasi yang masuk tidak hanya memperkuat sektor keuangan, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
Langkah diplomasi ekonomi ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam menarik modal global, memperluas kemitraan strategis, dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi internasional.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Momen Idul Adha memang selalu identik dengan stok daging kambing yang melimpah di rumah. Tapi jujur saja, kadang banyak orang...
Siapa yang langsung lapar hanya dengan membayangkan aroma tumisan babat yang pedas, manis, dan wangi kecap? Buat pecinta jeroan, babat...