Banyak yang belum mengetahui bahwa muntahan paus yang dikenal sebagai ambergris memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, bahkan bisa mencapai miliaran rupiah.
Ambergris merupakan zat lilin hasil sekresi usus paus sperma yang terbentuk secara alami dan biasanya ditemukan mengapung di lautan setelah mengalami proses oksidasi dalam waktu lama.
Dalam industri parfum, ambergris digunakan sebagai pengikat aroma (fixative) agar wangi parfum lebih tahan lama, sekaligus memberikan sentuhan aroma khas yang unik.
Selain itu, zat ini juga dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti wewangian, dupa, hingga pengobatan tradisional di beberapa budaya.
Nilai ambergris sendiri ditentukan oleh kualitasnya, di mana warna putih bersih menjadi yang paling mahal, disusul abu-abu, dan hitam sebagai kualitas terendah.
Fenomena ini menjadi menarik karena sesuatu yang terlihat tidak bernilai justru memiliki peran penting dalam industri mewah dunia.