Benarkah Air Kelapa Aman bagi Penderita Diabetes? Ini Penjelasannya
Penderita diabetes perlu lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman sehari-hari, termasuk minuman alami seperti air kelapa. Air kelapa dikenal...
Read more
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan mental yang memengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang secara berulang dan sulit dikendalikan. Banyak orang menyangka OCD hanya tentang kebersihan atau kerapian, namun kenyataannya gangguan ini jauh lebih kompleks dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup.
Menurut American Psychiatric Association, OCD muncul ketika seseorang memiliki obsesi berupa pikiran, dorongan, atau gambaran yang tidak diinginkan dan berulang, serta kompulsi, yaitu perilaku yang dilakukan untuk meredakan kecemasan akibat obsesi tersebut. Contohnya termasuk mencuci tangan berkali-kali, memeriksa pintu atau kompor berulang, atau menghitung benda secara berlebihan. Gangguan ini biasanya muncul pada masa remaja hingga dewasa muda, dengan prevalensi sekitar 1-2 persen dari populasi dunia.
Selain OCD, terdapat beberapa gangguan yang termasuk dalam kelompok Obsessive-Compulsive and Related Disorders:
Hoarding disorder (Gangguan menimbun barang): Sulit membuang barang meski sudah tidak berguna, membuat ruang pribadi menjadi sesak.
Body dysmorphic disorder (Gangguan citra tubuh): Obsesi berlebihan terhadap kekurangan fisik yang kecil atau tidak terlihat oleh orang lain.
Trichotillomania (Hair-pulling disorder): Dorongan tak tertahankan untuk mencabut rambut dari kulit kepala, alis, atau tubuh lainnya.
Excoriation (Skin-picking disorder): Kebiasaan menggaruk atau mencubit kulit sendiri hingga menyebabkan luka.
Olfactory reference disorder: Keyakinan bahwa tubuh mengeluarkan bau tidak sedap padahal orang lain tidak merasakannya, menimbulkan rasa malu dan menghindar dari interaksi sosial.
Obsesi menimbulkan kecemasan akibat pikiran atau dorongan berulang, misalnya:
Ketakutan akan kontaminasi atau kuman
Pikiran religius yang dianggap menghujat
Ketakutan menyakiti diri sendiri atau orang lain
Kebutuhan ekstrem terhadap keteraturan atau simetri
Kompulsi adalah tindakan berulang untuk mengurangi kecemasan akibat obsesi, termasuk:
Mencuci tangan berlebihan
Mengecek pintu, kompor, atau lampu secara terus-menerus
Mengatur benda agar sejajar atau simetris
Menghitung atau mengulang tindakan tertentu
Meminta jaminan dari orang lain secara berulang
Jika perilaku ini berlangsung lebih dari satu jam setiap hari atau mengganggu aktivitas normal, kemungkinan besar seseorang mengalami OCD.
Penyebab OCD belum sepenuhnya diketahui, namun beberapa faktor diyakini berperan:
Genetik: OCD dapat diturunkan dalam keluarga
Gangguan fungsi otak: Perbedaan struktur otak pada area yang mengatur perilaku dan kecemasan
Faktor lingkungan: Stres berat, pengalaman traumatis, atau pola asuh yang terlalu ketat
Ketidakseimbangan kimia otak: Kadar serotonin rendah yang memengaruhi suasana hati dan perilaku
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Memasuki awal 2026, perbincangan mengenai pilihan menyewa atau membeli properti kembali menguat di tengah masyarakat. Dinamika pasar yang terus bergerak,...
Tren dekorasi dopamine semakin menarik perhatian pencinta desain interior. Konsep ini menawarkan pendekatan berbeda dari gaya minimalis yang selama ini...