Marquez Tak Masuk Daftar Rival Rossi, Ini Tanggapan Sang Juara Dunia

Marc Marquez akan disambut khusus di Jakarta dan Lombok oleh InJourney sebagai juara dunia menjelang MotoGP Mandalika. (Sumber: TOSHIFUMI KITAMURA/AFP)

Marc Marquez akan disambut khusus di Jakarta dan Lombok oleh InJourney sebagai juara dunia menjelang MotoGP Mandalika

Pebalap MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez, memberikan tanggapan santai usai dirinya tidak disebut sebagai salah satu rival terberat oleh legenda MotoGP, Valentino Rossi. Meski keduanya pernah bersaing di lintasan, Marquez menilai bahwa hubungan kompetitif mereka tidak pernah benar-benar terjadi dalam konteks perebutan gelar dunia.

Dalam pernyataan yang dikutip dari media internasional Crash pada Jumat (3/10), Marquez menyebut bahwa dirinya dan Rossi tidak pernah secara langsung bertarung memperebutkan titel juara dunia, terutama ketika dirinya sedang berada dalam masa kejayaan performa.

Marquez: Tidak Pernah Head-to-Head dalam Perebutan Gelar

“Ya, karena kami tidak pernah bertarung untuk meraih juara dunia,” ujar Marquez saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan Rossi yang tidak menyebut namanya sebagai rival utama sepanjang karier.

Lebih lanjut, pebalap tim Ducati tersebut menambahkan bahwa sejak dirinya debut dan menjadi penantang serius di kelas utama, lawan-lawan berat yang ia hadapi justru datang dari nama lain.

“Tidak, tidak, tidak, bukan seperti itu (merasa lebih hebat dari Rossi). Hanya saja ketika saya tiba, lawan terbesar saya, misalnya, suatu tahun adalah Lorenzo. Lalu beralih ke Dovizioso,” sambungnya.


Valentino Rossi Sebut Rival Lain Saat di Jakarta

Sebelumnya, dalam konferensi pers peluncuran livery khusus tim VR46 Racing Team di Cinepolis Senayan Park, Jakarta pada Rabu (30/9), Valentino Rossi ditanya soal siapa yang ia anggap sebagai rival terberat selama kariernya di MotoGP.

Dari empat nama yang disebutkan, tak satu pun mengarah ke Marc Marquez. Rossi menyebut Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Max Biaggi, dan Dani Pedrosa sebagai rival utama dalam perjalanannya di lintasan MotoGP.

“Saya punya banyak rival berat selama karir, dan saya pikir itu antara Stoner, Lorenzo, Biaggi, Pedrosa. Ini sulit dikatakan untuk yang terbesar,” ujar Rossi.

Rossi Ungkap Relasi “Seperti Percintaan” dengan Lorenzo

Di antara keempat nama tersebut, Rossi secara khusus menyoroti Jorge Lorenzo sebagai sosok yang paling dekat dan memiliki hubungan kompetitif yang rumit.

“Mungkin Lorenzo karena kami berada di tim yang sama dan menjadi rekan setim untuk waktu yang lama. Kami bukan cuma rival, ya seperti hubungan percintaan,” kata Rossi dengan gaya khasnya.

Rossi dan Lorenzo diketahui sempat menjadi rekan satu tim di Yamaha selama dua periode: pertama pada tahun 2007 hingga 2010, dan kemudian bersatu kembali pada tahun 2013 setelah Rossi kembali dari Ducati.

Hubungan keduanya juga sempat memanas saat bersaing langsung memperebutkan gelar pada musim 2015 dan 2016. Salah satu momen ikonik adalah persaingan sengit keduanya pada musim 2015 yang juga melibatkan insiden kontroversial dengan Marquez.

Data Menunjukkan Dominasi Marquez di Era Modern

Secara statistik, sejak debut Marc Marquez di kelas MotoGP pada musim 2013, ia telah mengumpulkan enam gelar juara dunia hingga 2021. Sementara itu, Valentino Rossi tidak meraih satu pun gelar juara dunia selama periode tersebut.

Marquez secara konsisten mengungguli Rossi di klasemen akhir, bahkan saat keduanya sama-sama masih aktif membalap. Hal ini memperkuat argumen bahwa meski sama-sama berada di lintasan, Marquez lebih sering bersaing dengan nama-nama baru seperti Lorenzo, Dovizioso, dan Quartararo, ketimbang Rossi.

Perspektif yang Berbeda, Namun Saling Menghargai

Meski Marquez tidak masuk daftar rival berat Rossi, ia memilih untuk tidak mempermasalahkannya. Dalam dunia balap, rivalitas tidak selalu diukur dari frekuensi saling salip di lintasan, tetapi juga dari konteks waktu dan puncak performa masing-masing.

Pandangan Rossi bisa dimaklumi, mengingat ia lebih sering terlibat duel ketat dengan rival-rival seperti Stoner dan Lorenzo di era sebelum Marquez mendominasi. Sebaliknya, Marquez memulai dominasinya ketika Rossi mulai berada di fase akhir karier.

Pernyataan dari kedua legenda MotoGP ini memperlihatkan bahwa rivalitas sejati tidak selalu terjadi karena kebetulan berada di lintasan yang sama, tetapi juga karena intensitas kompetisi yang seimbang dalam periode waktu yang sama.

Marquez dan Rossi mungkin tidak pernah benar-benar bertarung memperebutkan satu gelar dalam satu musim, namun keduanya tetap memiliki tempat penting dalam sejarah MotoGP modern.

Referensi: Detik Oto
Referensi tambahan: Crash.net

📚 ️Baca Juga Seputar Balap

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Balap Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia balap — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED