Pencarian Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Diperluas, Lima Kapal Dikerahkan
Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di...
Read more
Tujuh mahasiswi asal Sumatera Barat mengalami kejadian tidak menyenangkan saat hendak pulang ke Padang. Penerbangan mereka terdampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Saat mencari alternatif perjalanan melalui jalur darat, ketujuh mahasiswi tersebut justru menjadi korban dugaan penipuan tiket bus yang ditawarkan melalui TikTok.
Ketujuh mahasiswi itu diketahui merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Bukittinggi, Sumatera Barat. Mereka sebelumnya berencana melakukan perjalanan udara menuju Padang pada Senin, 7 September 2026.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Muhammad Esha, penerbangan yang akan digunakan para mahasiswi tersebut terdampak penutupan operasional bandara akibat kondisi abu vulkanik.
“Ketujuh mahasiswi tersebut sebelumnya hendak melakukan perjalanan udara menuju Padang menggunakan salah satu maskapai,” kata Muhammad Esha.
Karena penerbangan mengalami kendala, mereka kemudian memutuskan mencari alternatif perjalanan melalui jalur darat. Para mahasiswi tersebut mencari tiket bus melalui media sosial hingga menemukan sebuah akun TikTok yang menawarkan tiket perjalanan.
Mereka kemudian berkomunikasi dengan pihak penjual melalui WhatsApp. Setelah mendapatkan informasi mengenai tiket, ketujuh korban melakukan transfer uang dengan total Rp5,8 juta untuk membayar perjalanan menuju Padang.
Namun, setelah pembayaran dilakukan, keberangkatan yang dijanjikan tidak kunjung mendapatkan kepastian. Komunikasi antara korban dan pihak yang menawarkan tiket juga semakin tidak jelas.
Situasi semakin merugikan ketika nomor WhatsApp yang digunakan untuk berkomunikasi diduga diblokir oleh pihak penjual tiket. Ketujuh mahasiswi tersebut kemudian mendatangi Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk meminta bantuan.
Karena sudah malam dan seluruh korban merupakan perempuan, petugas kemudian memberikan tempat untuk menginap di Ruang Pelayanan Khusus Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
“Karena sudah malam kemudian ketujuh mahasiswi tersebut ditampung dan dipersilahkan menginap di Ruang Pelayanan Khusus di Polresta Bandara Soetta guna keamanan 7 mahasiswi tersebut karena perempuan,” ungkap Muhammad Esha.
Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap dugaan penipuan tiket bus tersebut. Polisi juga membantu mencarikan solusi agar para korban dapat melanjutkan perjalanan pulang.
Selain melakukan penyelidikan, personel Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta membelikan tiket bus untuk ketujuh mahasiswi tersebut.
Pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, polisi mengantarkan ketujuh mahasiswi itu ke Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sumatera Barat menggunakan armada PO Lampung Jaya.
Ketujuh mahasiswi tersebut kemudian menyampaikan terima kasih kepada Polresta Bandara Soekarno-Hatta atas bantuan yang diberikan selama mereka mengalami kendala perjalanan.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang mengalami kendala di kawasan bandara.
“Kami berupaya memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang mengalami kendala selama berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, personel kami akan berupaya mencari solusi sesuai kewenangan dan kondisi yang ada,” ujar Wisnu.
Peristiwa ini terjadi di tengah gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dilakukan sebagai bagian dari langkah keselamatan penerbangan karena adanya sebaran abu vulkanik.
Bagi penumpang yang harus mencari alternatif perjalanan dalam kondisi darurat, kejadian tersebut juga menjadi pengingat untuk lebih berhati-hati ketika membeli tiket melalui akun media sosial. Pemeriksaan identitas penjual, legalitas agen, serta kepastian tiket sebelum melakukan transfer menjadi hal penting untuk menghindari kerugian serupa.
Referensi:
detikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Penggunaan artificial intelligence atau AI semakin luas dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk pekerjaan, pendidikan, atau mencari...
Bagi banyak orang, mengecek ponsel menjadi aktivitas pertama setelah membuka mata di pagi hari. Sekadar melihat notifikasi, membaca pesan atau...