Kronologi Bentrok Oknum TNI dan Polri di Mappi, Kodam Mandala Trikora Beri Penjelasan
Kodam XXIV/Mandala Trikora akhirnya buka suara terkait insiden bentrok yang melibatkan oknum anggota TNI dan Polri di Distrik Obaa, Kabupaten...
Read more
Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan pada Rabu 4 Februari. Operasi senyap ini dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni Kalimantan Selatan dan Jakarta. Sejumlah pejabat pajak dan bea cukai yang merupakan anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut diamankan.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tersebut. “Benar, di Kalsel,” ujar Fitroh melalui pesan singkat.
Operasi pertama berlangsung di Kantor Pajak Pratama Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, OTT ini berkaitan dengan proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai atau PPN di sektor perkebunan yang sedang berproses di KPP Madya Banjarmasin.
“KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Saat ini sedang perjalanan menuju Jakarta,” kata Budi Prasetyo.
Tiga orang yang diamankan terdiri dari dua Aparatur Sipil Negara dan satu pihak swasta. Salah satu yang ditangkap adalah Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono. Selain penangkapan, KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp1 miliar sebagai barang bukti awal.
Pada hari yang sama, KPK juga melakukan OTT kedua di Jakarta, tepatnya di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Fitroh Rohcahyanto kembali mengonfirmasi operasi tersebut. “Ya benar,” katanya.
Menurut Budi Prasetyo selaku Juru Bicara KPK, OTT di Jakarta diduga berkaitan dengan barang impor yang masuk ke Indonesia. “Ya terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia begitu ya,” ujarnya.
Dalam operasi ini, KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam rupiah dan mata uang asing, serta logam mulia seberat 3 kilogram.
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Ditjen Bea dan Cukai, Budi Prasetyo, juga membenarkan adanya pemeriksaan terhadap sejumlah pihak di internal lembaganya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut angkat bicara mengenai OTT yang menyasar pegawai di bawah kementeriannya. Saat rapat bersama Komisi XI DPR di Gedung DPR, Purbaya menyebut operasi tersebut dapat menjadi momentum evaluasi.
“(OTT) Ini juga mungkin merupakan shock therapy bagi pegawai kami,” ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, langkah penindakan hukum oleh KPK dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar menjaga integritas dan meningkatkan kinerja. Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum lebih lanjut.
Operasi tangkap tangan di dua kota ini kembali menyoroti pengawasan di sektor perpajakan dan kepabeanan, terutama yang berkaitan dengan restitusi pajak dan arus barang impor. KPK belum merinci konstruksi perkara secara lengkap dan menyatakan akan menyampaikan perkembangan kasus dalam konferensi pers resmi.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...